Ciamis, pewarta.id — Pemerintah Desa Purwajaya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pembangunan di atas lahan desa seluas 600 meter persegi itu ditargetkan rampung dalam 90 hari ke depan, sebagai upaya menghadirkan sentra layanan ekonomi baru bagi warga.
Di lokasi pembangunan kini sedang dilakukan proses pembongkaran bangunan lama, kini hampir tuntas. Alat berat terlihat bekerja tanpa henti meratakan puing-puing pasar yang sudah lama tidak difungsikan masyarakat. Tahap ini menjadi langkah awal sebelum konstruksi bangunan koperasi dimulai secara penuh.
Kepala Desa Purwajaya, Sanen Nurdin, menjelaskan bahwa dari total lahan 2.800 meter persegi, dan untuk alokasik pembangunan gedung koperasi sekitar 600 meter persegi. Sementara sisanya akan tetap menjadi aset desa yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan lain.
“Lahan ini luasnya 2.800 meter, dan 600 meter akan digunakan untuk membangun Koperasi Merah Putih. Ke depan koperasi ini kami arahkan menjadi pusat pelayanan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Sanen Nurdin.
Sanen menegaskan bahwa program pembangunan koperasi sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Pemerintah desa sangat mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto. Kami optimistis Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi penggerak ekonomi warga di Purwajaya,” tambahnya.
Ia berharap keberadaan koperasi ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas ekonomi terpadu—mulai dari layanan simpan pinjam, pemasaran produk UMKM, hingga kegiatan pelatihan kewirausahaan.
Dari sembilan desa yang ada di Kecamatan Purwadadi, Desa Purwajaya menjadi salah satu wilayah yang paling cepat mendorong realisasi pembangunan koperasi ini. Pemerintah Desa Purwajaya menegaskan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi dipercepat namun tetap memperhatikan kualitas bangunan.
“Kami ingin pelayanan koperasi bisa segera dirasakan warga. Tapi percepatan pembangunan tetap mengutamakan standar kualitas agar bangunan kuat dan aman,” kata Sanen Nurdin
Di sisi lain, para pedagang yang terdampak pembongkaran Pasar Panineungan justru menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Salah satunya adalah Solihin, pedagang somay dan batagor yang sehari-hari berjualan di wilayah sekitar.
“Saya sangat mendukung dibangunnya Koperasi Merah Putih ini. Mudah-mudahan setelah berdiri nanti, koperasi bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Solihin.
Hal senada disampaikan Qowangid, pedagang sayur yang juga beraktivitas di sekitar lokasi.
“Karena ini program Presiden Prabowo Subianto, kami tentu berharap hasilnya bagus. Semoga koperasi ini bisa memajukan ekonomi warga Purwajaya,” ungkapnya.
Pemerintah desa menegaskan bahwa koperasi tersebut tidak hanya akan menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Koperasi Merah Putih diproyeksikan menjadi wadah bagi UMKM desa untuk memperluas pasar, mengembangkan produk, dan meningkatkan kapasitas usaha.
Selain itu, masyarakat berharap pembangunan koperasi mampu membuka peluang usaha baru, sehingga perekonomian warga dapat tumbuh lebih kuat dan mandiri.
Pembangunan Koperasi Merah Putih ini diharapkan menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi desa, mengingat selama ini banyak warga yang membutuhkan akses permodalan, pendampingan usaha, serta wadah pemasaran produk lokal.
Dengan pelaksanaan proyek yang terus dikebut, masyarakat Purwajaya kini menanti hadirnya pusat ekonomi baru yang diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan dan kemandirian warga desa dalam jangka panjang.

