Site icon Pewarta ID

Era Baru Lobster Indonesia: Pusat Budidaya Pangandaran Pacu Produktivitas Nasional

Image of Screenshot 20251212 185632 video player

PANGANDARAN, pewarta.id – Transformasi besar tengah berlangsung di pesisir Pangandaran, Jawa Barat. Sebuah fasilitas budidaya lobster modern yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir kini mulai menampakkan hasil signifikan berupa panen yang stabil dan terukur.

Keberhasilan panen berkala ini menjadi kabar menggembirakan bagi dunia perikanan, sebab Indonesia sebelumnya kehilangan momentum akibat maraknya ekspor benih mentah ke luar negeri, terutama ke Vietnam.

Kondisi itu membuat banyak pihak menilai bahwa kebangkitan industri lobster nasional membutuhkan terobosan baru. Pangandaran kini hadir membawa harapan besar itu.

Fasilitas budidaya modern yang beroperasi di Pangandaran bahkan disebut sebagai salah satu yang paling lengkap di Jawa Barat. Mulai dari area pembesaran, karantina, kontrol kualitas air, hingga sistem sirkulasi tertutup, semuanya diterapkan sesuai standar industri perikanan internasional.

Dengan pendekatan ilmiah dan penggunaan teknologi pendukung, produktivitas lobster mampu meningkat secara signifikan. Hal ini membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan pasar nasional terhadap produk impor.

“Yang paling penting dalam budidaya lobster adalah menjaga kualitas air,” ujar Viktorinus, salah satu teknisi fasilitas budidaya.

Ia menekankan bahwa stabilitas salinitas, pH, serta oksigen terlarut menentukan kemampuan lobster bertumbuh dengan baik.

“Kalau kadar airnya berubah-ubah, lobster menjadi stres dan tidak bisa berkembang maksimal,” tambahnya.

Menurutnya, setiap kolam diawasi secara berkala dan lobster yang sakit langsung dikarantina untuk mencegah penyebaran penyakit.

Para nelayan setempat pun mulai merasakan perubahan besar sejak fasilitas ini beroperasi. Mereka tidak lagi hanya bergantung pada musim tangkap atau harga pasar yang fluktuatif.

Salah satunya Dayat, nelayan lobster Pangandaran, mengakui keberadaan fasilitas ini membawa perubahan ekonomi yang nyata.

“Kami sangat mengapresiasi adanya unit budidaya lobster ini,” kata Dayat.

Ia menyebut, kehadiran fasilitas tersebut membuat hasil tangkapan lebih terarah karena ada tempat penampungan yang pasti.

“Tentu berdampak sekali kepada penghasilan para nelayan,” lanjutnya.

Aep Saepuloh Selain membeli hasil tangkapan, fasilitas juga menampung benih yang selama ini kerap dijual ke luar negeri dalam kondisi mentah. Hal ini menjadi langkah strategis untuk mengamankan sumber daya lokal.

Aep Saefullah pembudidaya lobster PT Chlahaya Lobster Indonesia asal Pangandaran memgatakan,  yang kini bermitra dengan fasilitas tersebut, menyatakan bahwa Pangandaran memiliki potensi besar yang lama terabaikan.

“Benih bening lobster di Pangandaran ini melimpah sekali,” ujarnya.

Aep menegaskan bahwa ekspor benih mentah seharusnya dihentikan demi keuntungan jangka panjang Indonesia.

“Jangan sampai benih dari Pangandaran terus dijual ke luar negeri, seperti ke Vietnam, lalu mereka yang menikmati hasil produksinya,” tegasnya.

Ia juga berharap kehadiran fasilitas modern ini mampu membawa perubahan besar bagi industri nasional.

“Kalau budidaya modern berkembang, kita bisa bersaing dan kembali menguasai pasar lobster dunia,” katanya penuh optimisme.

Di sisi lain, keberhasilan fasilitas ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan koperasi, KUB, serta pelaku usaha kecil yang ingin terlibat dalam rantai produksi lobster.

Pendekatan kemitraan plasma menjadi strategi yang disiapkan untuk mempercepat peningkatan produksi sekaligus pemerataan manfaat ekonomi.

“Dengan model plasma, kami ingin agar para pelaku usaha kecil juga bisa merasakan keuntungan budidaya modern,” kata salah satu pengelola fasilitas yang enggan disebutkan namanya.

Upaya ekspansi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi nasional yang selama ini tertinggal dari negara pesaing, terutama Vietnam yang terkenal efisien dalam pengelolaan budidaya lobster.

Jika produksi nasional meningkat secara berkelanjutan dan pasar ekspor kembali terbuka, Indonesia berpeluang besar mengembalikan posisi sebagai salah satu produsen lobster unggulan dunia.

Dengan teknologi yang tepat, manajemen yang profesional, dan ketersediaan benih yang melimpah, Pangandaran dinilai mampu menjadi episentrum kebangkitan perlobsteran Indonesia.

Kebangkitan industri lobster modern di Pangandaran dinilai bukan sekadar mimpi, melainkan proses nyata yang tengah berjalan dan hanya menunggu waktu untuk menyaingi bahkan menyalip dominasi Vietnam di pasar global.

 

Facebook Comments Box
Exit mobile version