Site icon Pewarta ID

Harga Beras di Pasar Ciamis Normal Rp14.000 per Kilo, Penjualan Pedagang Turun 50 Persen

Image of Beras

Ciamis, pewarta.id – Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Ciamis terpantau kembali normal pasca perayaan Tahun Baru 2026. Di Pasar Manis Ciamis, harga beras saat ini stabil di kisaran Rp14.000 per kilogram untuk kualitas medium.

Kondisi tersebut diakui para pedagang sebagai harga yang relatif aman dan tidak mengalami lonjakan signifikan dibandingkan akhir tahun lalu. Meski demikian, stabilnya harga beras belum sepenuhnya diiringi dengan peningkatan aktivitas jual beli.

Pemilik kios beras di Pasar Manis Ciamis, Ipan Nurdiansyah, mengungkapkan bahwa pasokan beras hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Ia memastikan ketersediaan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Untuk pasokan aman, stok masih tersedia. Beras yang saya jual kebanyakan didatangkan dari wilayah Cirebon,” ujar Ipan saat ditemui di kiosnya, Selasa (…).

Namun, di tengah pasokan yang stabil, Ipan mengaku penjualan beras justru mengalami penurunan cukup signifikan. Ia mencatat penurunan penjualan mencapai sekitar 50 persen dibandingkan hari-hari normal.

Menurut Ipan, salah satu faktor utama menurunnya penjualan adalah adanya bantuan beras dari pemerintah yang diterima masyarakat. Bantuan tersebut membuat sebagian warga menunda pembelian beras di pasar.

“Banyak masyarakat yang dapat bantuan beras, jadi pembelian ke pasar memang berkurang,” jelasnya.

Selain faktor bantuan sosial, kondisi musim panen juga turut memengaruhi daya beli masyarakat. Sejumlah warga kini lebih memilih mengonsumsi hasil panen sendiri dibandingkan membeli beras di pasar.

Salah seorang pembeli beras di Pasar Manis Ciamis, Esih, mengaku intensitasnya berbelanja beras saat ini menurun. Ia menyebut kunjungannya ke pasar tidak sesering biasanya.

“Sekarang jarang ke pasar. Di kampung lagi panen, jadi beras masih ada,” ujar Esih.

Esih juga menyampaikan bahwa harga beras yang biasa dibelinya mengalami sedikit penurunan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp14.000 per kilogram, kini harga beras tertentu bisa diperoleh dengan harga Rp13.000 per kilogram.

Meski demikian, penurunan harga tersebut tidak terjadi secara merata di semua kios. Perbedaan kualitas beras dan asal pasokan menjadi salah satu faktor penentu variasi harga di pasar.

Pedagang berharap kondisi penjualan akan kembali normal setelah distribusi bantuan beras pemerintah berakhir dan masa panen warga selesai. Dengan demikian, aktivitas jual beli di pasar tradisional dapat kembali bergairah.

Sementara itu, stabilitas harga beras di Pasar Manis Ciamis dinilai cukup membantu masyarakat dalam menjaga daya beli pasca libur panjang Tahun Baru. Harga yang tidak melonjak memberikan rasa aman bagi konsumen.

Para pedagang juga berharap pemerintah terus menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan stok beras agar harga tetap terkendali di tingkat pasar.

Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang relatif stabil, kondisi pasar beras di Ciamis saat ini dinilai kondusif meskipun aktivitas penjualan masih mengalami penurunan.

Situasi ini menjadi gambaran dinamika pasar pangan di daerah pasca Tahun Baru, di mana faktor bantuan sosial dan musim panen turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat.

Ke depan, pedagang dan pembeli berharap harga beras tetap stabil dan pasar tradisional kembali ramai seiring berjalannya waktu.***

Facebook Comments Box
Exit mobile version