Site icon Pewarta ID

Diduga Berkutu, Pembeli Kembalikan Beras SPHP di Pasar Manis Ciamis, Pedagang Mengaku Resah

Image of Sphp

CIAMIS, pewarta.id – Dugaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berkutu mencuat di Pasar Manis Ciamis. Seorang pembeli dilaporkan mengembalikan beras SPHP yang dibelinya setelah menemukan adanya kutu di dalam kemasan. Peristiwa tersebut terjadi di Blok A Pasar Manis Ciamis dan dibenarkan langsung oleh pemilik toko beras, Suherlan, Sabtu (17/1/2026).

Suherlan menjelaskan, pembeli tersebut mengembalikan sebanyak tiga kantong beras SPHP. Dari jumlah itu, satu kantong sudah dalam kondisi terbuka, sementara dua kantong lainnya masih tersegel dan utuh. Pengembalian dilakukan lantaran pembeli menemukan adanya kutu di dalam beras yang akan digunakan untuk keperluan hajatan.

“Tadi ada pembeli yang datang lagi ke toko. Katanya beras SPHP yang dibeli ada kutunya. Total tiga kantong dikembalikan, satu sudah dibuka, dua masih utuh. Pembeli minta diganti dengan beras biasa,” ujar Suherlan saat ditemui di tokonya.

Menurut Suherlan, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi sejak ia menjual beras SPHP. Selama ini, beras SPHP yang dijual di tokonya kerap dibeli oleh pelanggan tetap, termasuk para pedagang makanan seperti penjual nasi, kupat tahu, dan usaha kuliner lainnya, tanpa pernah ada keluhan serupa.

“Biasanya yang beli itu pedagang nasi atau kupat tahu, tidak pernah ada masalah. Baru kali ini ada keluhan seperti ini,” katanya.

Ia menduga, kemunculan kutu tersebut bisa disebabkan oleh lamanya stok beras SPHP yang tersimpan. Meski demikian, Suherlan mengaku belum bisa memastikan secara pasti penyebabnya dan masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.

“Memang kalau untuk beras SPHP ini stoknya sudah cukup lama. Dengan kejadian ini, kami sebagai pedagang juga jadi waswas. Takut stok yang ada semuanya ada kutunya,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Suherlan, menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pedagang. Ia mengaku cemas jika kejadian ini berdampak pada kepercayaan pelanggan dan berujung pada penurunan penjualan.

“Kami yang jadi takut, jangan sampai pelanggan-pelanggan kami berkurang gara-gara kejadian ini,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Perum Bulog Ciamis saat dikonfirmasi menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan tim di lapangan untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan kualitas beras SPHP yang beredar di pasaran serta memberikan kepastian kepada pedagang dan masyarakat.

Bulog Ciamis juga disebut akan melakukan pengecekan langsung terhadap stok beras SPHP yang ada di Pasar Manis Ciamis, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya permasalahan pada penyimpanan atau distribusi.

Hingga berita ini diturunkan, proses koordinasi dan pengecekan masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait. Masyarakat dan pedagang pun diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi serupa demi menjaga kualitas dan keamanan pangan di wilayah Kabupaten Ciamis.***

Facebook Comments Box
Exit mobile version