Site icon Pewarta ID

Papeling Bandung Jadikan Pagelaran Wayang Kulit Milad ke-10 Sebagai Fondasi Ekspansi Budaya

Image of Img 20260802 wa0002

BANDUNG, pewarta.id  — Paguyuban Perantau Purbalingga (Papeling) Korwil Bandung menutup rangkaian peringatan HUT ke-10 dengan rapat pembubaran panitia di Aula Sekretariat Papeling, Jalan BKR, Sabtu (1/8/2026). Namun, lebih dari sekadar formalitas, momen ini menjadi ajang evaluasi sekaligus pijakan untuk ekspansi kegiatan budaya ke tingkat nasional.

 

Evaluasi untuk Penguatan Organisasi

Ketua Panitia, Agus Miswanto, menegaskan bahwa rapat menghasilkan sejumlah catatan penting, terutama terkait soliditas dan kerja sama tim. “Ada hal-hal kecil yang terlewat, tapi tidak mengganggu jalannya acara. Semua menjadi bahan evaluasi agar kegiatan mendatang lebih sempurna,” ujarnya.

 

Ketua Korwil Bandung, Amin Maulana, menambahkan apresiasi kepada sponsor, donatur, dan simpatisan. Menurutnya, dukungan lintas paguyuban menjadi modal sosial yang harus dijaga.

 

Panggung Regenerasi Dalang Muda

Puncak Milad ke-10 sebelumnya digelar di Auditorium B.J. Habibie, PT Dirgantara Indonesia, Sabtu malam (25/7/2026). Dua talenta asal Purbalingga tampil memukau: Dalang Cilik Afan Giatsya Nurfalah (9 tahun) dengan lakon Gatotkaca Winisuda dan Dalang Muda Wanda Yuda Asmara (21 tahun) dengan lakon Kangsa Adu Jago. Penampilan mereka menjadi simbol regenerasi seni wayang di tanah perantauan.

 

Misi Edukasi dan Pelestarian

Pembina Korwil Bandung, Guntur Cahyono, menekankan bahwa menghadirkan dalang muda adalah strategi edukasi sekaligus regenerasi budaya. “Kami ingin generasi baru berani tampil dan berinovasi. Target berikutnya adalah kegiatan berskala lebih besar dengan fokus pelestarian seni asli Purbalingga,” jelasnya.

 

Selain itu, Papeling juga menyerahkan Anugerah Budaya kepada tiga tokoh yang dinilai berjasa dalam melestarikan seni Jawa di Bandung Raya.

 

Momentum Ekspansi ke Jakarta

Pembina Pusat Papeling, Wahyu Triyono, menyebut acara ini sebagai momentum strategis untuk mengorbitkan talenta lokal ke panggung nasional. “Kami berencana menggelar kegiatan serupa di Jakarta dan menjalin kerja sama dengan RRI untuk wayangan rutin,” ungkapnya.

 

Dengan tiga pilar utama — Pelestarian Wayang Kulit, Pemberdayaan Seniman Purbalingga, dan Konektivitas Perantau dengan Daerah Asal — Papeling menegaskan bahwa Milad ke-10 bukanlah akhir, melainkan fondasi ekspansi budaya ke kota-kota besar.[gpwk]

Exit mobile version