Site icon Pewarta ID

Rozita Rohaizad: Diplomasi Musik di Solo Keroncong Festival 2026

Image of Img 20260718 wa0080

SOLO. pewarta.id  — Penyanyi veteran asal Kuala Lumpur, Rozita Rohaizad, kembali hadir di panggung Solo Keroncong Festival 2026. Pada Sabtu, 19 Juli 2026, ia tampil bersama The Royal Surakarta Orchestra di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta Hadiningrat. Bagi Rozita, konser ini bukan sekadar hiburan, melainkan misi budaya: menjaga keroncong dan irama Melayu tetap hidup di tengah generasi baru.

 

“Keroncong bisa kontemporer tanpa kehilangan jati diri. Saya ingin anak muda jatuh cinta pada bunyi cak, cuk, dan cello yang dikemas modern,” ujar Rozita dalam wawancara dengan Radio Keroncong.

Jembatan Musik Melayu-Nusantara

Sejak 2015, Rozita rutin tampil di Surakarta. Tahun ini, ia membawakan lagu terbaru Rindu Ini Tetap Ada yang diaransemen ulang menjadi keroncong agung. Iringan penuh The Royal Surakarta Orchestra membuat nuansa lebih syahdu dan megah.

 

Rozita menyebut dirinya sebagai “jembatan” antara keroncong Malaysia dan Indonesia. “Musik keroncong di Solo merangkul berbagai genre, sehingga lebih enak didengar audiens kontemporer,” jelasnya.

Lanskap Keroncong Malaysia vs Indonesia

Rozita menilai perkembangan keroncong di Malaysia semakin menurun, terutama setelah wafatnya Sultan Johor yang dulu menjadi pelindung utama seni ini. Karena itu, ia merasa terpanggil menjadi wakil Malaysia untuk menunjukkan wajah modern keroncong.

 

“Instrumen inti tetap dijaga. Tapi cara penyampaiannya harus sesuai zaman agar anak muda mau mendengarkan,” katanya.

Perjalanan Panjang Sejak 1978

– 1978: Debut bersama EMI, tur Amerika sebagai vokalis latar Anita Sarawak

– 1981: Bermain di film Stinggan dan meraih penghargaan soundtrack

– 2008: Comeback lewat album Kekal Abadi

– 2010–Sekarang: Delegasi budaya Irama Melayu ke Australia, Irlandia, Skotlandia

– 2017: Aktif di panggung keroncong Indonesia

 

Rozita juga merupakan keponakan legenda Malaysia Tan Sri P. Ramlee dan Puan Sri Saloma. Warisan keluarga seni itu menjadi alasan kuat ia bertahan di dunia musik.

Musik Sebagai Diplomasi

Bagi Rozita, musik adalah diplomasi lintas negara. Melalui Solo Keroncong Festival, ia ingin membuktikan bahwa tradisi bisa bertahan bila dipadukan dengan inovasi.

 

“Rozita bukan hanya penyanyi. Beliau adalah penghubung tradisi musik Malaysia dan Indonesia,” simpul tim Radio Keroncong Indonesia.

Catatan Festival

– Solo Keroncong Festival 2026

– Sabtu, 19 Juli 2026

– Bersama The Royal Surakarta Orchestra

– Alun-Alun Utara Keraton Surakarta Hadiningrat

Dengan suara, sejarah, dan semangat Nusantara, Rozita Rohaizad menegaskan: keroncong bisa tetap muda, selama ada yang mau menyanyikannya.

 

Exit mobile version