BANDUNG, pewarta.id — Suasana semarak dan penuh warna memadati kawasan Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, pada Sabtu (22/8/2026). Ratusan warga dari enam Rukun Tetangga (RT) di lingkungan RW 10 menggelar Karnaval Budaya bertajuk “Helaran Galur Tatar Sunda” , memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak pukul 13.00 WIB, para peserta sudah bersiap dan menata diri di sepanjang Jalan Rajawali Sakti I sebelum dilepas secara resmi di halaman kantor kelurahan. Rombongan karnaval melintasi rute Jalan Rajawali Sakti Raya, Jalan Rajawali Timur, Jalan Andir, Jalan Ciroyom, Jalan Halteu Utara, hingga kembali berputar ke Jalan Rajawali Timur dan berakhir di Kantor Kelurahan.
Sepanjang jalan, antusiasme warga membuncah menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh maung, Badak Ujung Kulon, jampana, hingga berbagai kreasi seni khas daerah yang diiringi musik Sunda energik dari pengeras suara.
Panggung Edukasi Sejarah: Menampilkan 6 Kerajaan Sunda
Setiap RT mendapat kesempatan emas unjuk kebolehan di hadapan dewan juri dengan menampilkan atraksi seni sesuai tema sejarah kerajaan Sunda yang telah ditentukan.
RT 01 tampil memukau mempresentasikan kejayaan Kerajaan Galuh dari abad ke-7 Masehi di Ciamis. RT 02 memboyong warisan tradisi lokal Kuningan melalui Kerajaan Bunga Garunggang. Sementara itu, RT 03 menghidupkan kembali keharuman Kerajaan Sunda Pajajaran yang berpusat di Pakuan Bogor di bawah naungan semangat Prabu Siliwangi.
Tak kalah menarik, RT 04 mengusung jejak Kesultanan Sukapura Banten, disusul RT 05 yang menyajikan kemegahan Kerajaan Sumedang Larang era Prabu Geusan Ulun. Kemeriahan ditutup oleh penampilan RT 06 yang mengusung Keratuan Galunggung Tasikmalaya lengkap dengan keanggunan tari Payung Tasikmalaya.
Camat Andir: Wujud Nasionalisme dan Aset Vital Bangsa
Karnaval budaya ini dibuka dan dilepas secara resmi oleh Camat Andir, Jon Heri, AP., M.M., bersama Kasie Pemerintahan Kec. Andir, Sekretaris Kelurahan Dungus Cariang Zulviandri S.IP, Kasie Pemerintahan Dungus Cariang, jajaran Pengurus RW 10, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan tokoh masyarakat setempat.
Jon Heri mengapresiasi tinggi kolaborasi Karang Taruna dan pengurus RW 10 yang dinilainya sukses memadukan semangat patriotisme dengan pelestarian budaya lokal.
“Karnaval Budaya ‘Helaran Galur Tatar Sunda’ ini adalah manifestasi nyata nasionalisme dan pelestarian budaya dalam memperingati HUT ke-81 RI. Tunjukkan bahwa anak muda RW 10 merupakan generasi yang mempunyai potensi besar sebagai penerus bangsa ke depannya nanti,” ujar Jon Heri.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif para pemuda Karang Taruna dan menggerakkan warga menjadi wadah penting untuk menanamkan nilai kekompakan, kompetensi, dan mentalitas pantang menyerah sebagai aset vital pembangunan daerah.
Apresiasi dan Rencana Inovasi Tematik Mendatang
Ketua RW 10 Kelurahan Dunguscariang, Harry Kurniawan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas besarnya partisipasi warga. Menurutnya, getaran semangat publik yang menggema sepanjang rute menjadi bukti bahwa pesan pelestarian identitas budaya Sunda sampai ke hati masyarakat.
Ke depan, Harry berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar semakin meriah dengan mengusung konsep tematik yang berbeda pada setiap edisinya.
Bagi warga setempat, karnaval tahunan ini menjadi ajang aktualisasi diri dan kebanggaan. Heni, warga RT 06 yang tampil membawakan atraksi Payung Tasikmalaya, mengaku telah giat berlatih menari bersama ibu-ibu di lingkungan rumahnya demi memberikan penampilan terbaik dalam bingkai NKRI.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh penonton dari luar wilayah. Imas, warga Dunguscariang yang membawa kedua anaknya menonton di pinggir Jalan Rajawali Timur, mengaku selalu menantikan pawai meriah ala RW 10 ini. Bagi masyarakat sekitar, perayaan Agustusan di Dunguscariang tak sekadar hiburan visual, melainkan cermin eratnya keharmonisan antar elemen warga.[gpwk]

