Site icon Pewarta ID

950 Tenaga Honorer di KCD 13 Jawa Barat Resmi Dilantik Menjadi ASN P3K Paruh Waktu, Kisah Haru Pengabdian Puluhan Tahun

Image of Kcd 13 lantik p3k (3)

Ciamis, pewarta.id — Sebanyak 950 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di wilayah Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 13 Provinsi Jawa Barat hari ini resmi dilantik sebagai Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN P3K) Paruh Waktu. Pelantikan yang digelar di Gedung Olah Raga SMA Negeri 2 Ciamis pada Rabu, 3 Desember 2025 itu menjadi momen bersejarah bagi ratusan tenaga honorer yang telah mengabdi puluhan tahun di sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar.

Salah satu yang mendapat SK adalah Dahman, tenaga honorer yang bertugas di SMK Negeri 2 Ciamis. Dahman telah mengabdikan diri sejak tahun 2002, dan setelah perjalanan panjang selama 23 tahun, ia akhirnya menerima SK P3K paruh waktu.

“Wah, sangat gembira sekali, Alhamdulillah. Sangat bersyukur kepada Allah, terutama kepada rekan-rekan yang terus mendukung dan mensupport saya. Saya tidak menyangka akhirnya bisa dilantik menjadi P3K Paruh Waktu, dan saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur,” ujarnya dengan suara haru.

Dahman yang selama ini bertugas di bagian Tata Usaha, khususnya persuratan, mengaku perjuangan mengikuti rangkaian seleksi cukup panjang. “Setelah testing kemarin di Bandung, prosesnya memakan waktu beberapa bulan hingga akhirnya kami menerima SK hari ini. Alhamdulillah, semua terbayar,” tambahnya.

34 Tahun Mengabdi, Guru SLB Akhirnya Diangkat ASN

Kisah penuh haru juga datang dari Epi Apipah Kurniawati, guru di SLB Sindangsari, Cikoneng, Ciamis. Epi telah mengabdikan diri selama 34 tahun sebagai tenaga honorer, membimbing murid-murid berkebutuhan khusus dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati.

Baginya, menjadi pengajar di SLB bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Ia mengakui bahwa kesabaran adalah kekuatan utamanya selama puluhan tahun mendampingi siswa-siswa dengan kebutuhan khusus.

“Alhamdulillah, hari ini akhirnya doa-doa saya terkabul. Selama 34 tahun saya menunggu, dan baru tahun ini Allah menjawabnya dengan pengangkatan sebagai ASN P3K Paruh Waktu. Rasanya campur aduk antara haru, bahagia, dan lega,” tutur Epi yang ditemui usai pelantikan.

Pihak KCD 13: “950 GTK Dilantik, Semua Berjalan Lancar”

Kasubag KCD 13 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Rubianto, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pelantikan ratusan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang lolos proses administrasi dan memenuhi syarat.

“Alhamdulillah, sebanyak 950 GTK di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 13 hari ini telah dilantik dan menerima SK P3K Paruh Waktu. Semuanya berjalan lancar, dan ini harus disambut dengan rasa syukur, yang ditunjukkan dengan kinerja yang lebih baik ke depannya,” tegas Rubianto.

Wilayah kerja KCD 13 meliputi SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar.

Terkait sisa tenaga honorer yang belum masuk dalam pelantikan hari ini, Rubianto menjelaskan bahwa sebagian kecil belum memenuhi kelengkapan berkas namun dipastikan tetap mendapatkan pendampingan.

“Honorer yang belum terdata jumlahnya sekitar 50–75 orang. Mereka tetap di-backup melalui dana BOPD. Tidak ada yang menolak SK atau mundur. Hanya ada beberapa yang berkasnya belum lengkap dan terus kami upayakan agar segera selesai, sehingga SK-nya bisa menyusul,” katanya.

Ketika ditanya mengenai tenaga honorer dengan masa bakti terlama di KCD 13, Rubianto mengungkapkan bahwa salah satunya berasal dari lingkungan SLB.

“Kalau tidak salah, ada dari SLB Negeri Cikoneng, Sindangsari. Masa pengabdiannya mencapai 34 tahun,” ujarnya.

Dorongan Profesionalisme dan Harapan Baru

Total 950 tenaga honorer yang dilantik tersebut terdiri dari gabungan guru dan tenaga kependidikan (administrasi). Pelantikan ini disebut sebagai langkah penting menuju peningkatan profesionalisme dan jenjang karier yang lebih jelas bagi mereka.

“Harapannya, dengan SK ini, para GTK dapat bekerja lebih profesional dan semakin baik. Ini adalah langkah awal menuju jenjang kepegawaian yang lebih pasti di masa mendatang,” tutur Rubianto.***

Facebook Comments Box
Exit mobile version