Site icon Pewarta ID

Pemakaman ASN KKP Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Garut, Isak Tangis Pecah Saat Anak Almarhum Kumandangkan Adzan

Image of Garut (4)

Isak tangis dan hujan deras mengiringi pemakaman Deden Maulana, ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Putra almarhum mengumandangkan azan di depan liang lahat, memecah suasana duka di Kampung Pasanggrahan, Garut.Kamis sore(22/1/2026).

GARUT (KRP) – Isak tangis penuh haru mengiringi prosesi pemakaman Deden Maulana, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu korban dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Di bawah guyuran hujan lebat, ratusan hingga ribuan warga mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir di Kampung Pasanggrahan, Desa Pasanggrahan, Kecamtan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis Sore(22/1/2026).

Deden Maulana merupakan bagian dari rombongan penumpang pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (17/1/2026). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan kerja serta masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok pribadi yang ramah dan berdedikasi tinggi.

Berdasarkan pantauan Reporter PRSSNI, Slamet Timur, prosesi pemakaman dihadiri tak kurang dari seribuan pelayat. Sejak pagi hari, keluarga, kerabat, rekan sejawat, hingga warga sekitar secara bertahap melaksanakan salat jenazah sebelum bersama-sama mengiringi almarhum menuju pemakaman umum.

Suasana haru semakin terasa saat putra almarhum Deden Maulana mengumandangkan adzan tepat di depan liang lahat, sesaat sebelum jasad ayahandanya diturunkan ke dalam kubur. Tangis keluarga dan pelayat pecah, menyelimuti pemakaman yang berlangsung dalam suasana hujan deras dan penuh keheningan.

“Beliau itu orangnya sangat baik, tidak ada duanya. Baik sekali kepada keluarga dan semua orang,” ujar adik almarhum, Berlian Purnama, dengan suara bergetar menahan duka.

Berlian menuturkan, beberapa minggu sebelum tragedi kecelakaan pesawat ATR 42-500 terjadi, Deden sempat pulang ke Garut untuk menjemput anaknya usai libur pergantian tahun. Kepulangan tersebut kini menjadi kenangan terakhir keluarga bersama almarhum.

Ia juga mengungkapkan, keluarga di Garut pertama kali mengetahui kabar jatuhnya pesawat pada Sabtu sore. Kabar tersebut sontak membuat keluarga diliputi kepanikan dan kecemasan.

“Saat mendengar pesawat ATR 42-500 jatuh, keluarga langsung berangkat ke Jakarta bersama saudara dan ibu. Kami dalam kondisi kaget, tidak tenang, sambil terus menunggu kepastian kabar tentang almarhum,” tuturnya.

Deden Maulana diketahui telah mengabdikan diri di Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2003, sebelum kemudian resmi diangkat sebagai ASN pada tahun 2005. Selama lebih dari dua dekade pengabdian, almarhum dikenal sebagai pegawai yang berdedikasi dan memiliki hubungan baik dengan rekan-rekan kerjanya.

Selain dikenal sebagai ASN yang disiplin, Deden juga memiliki hobi di bidang olahraga, khususnya sepak bola. Bahkan, ia tercatat memiliki dan membina sebuah klub sepak bola di lingkungan tempat kerjanya.

“Beliau sangat suka sepak bola. Di tempat kerjanya sampai punya klub sendiri, namanya Marfish FC,” kata Berlian mengenang sosok sang kakak.

Sementara itu, paman korban, Jejen Jaenali, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Ia secara khusus mengapresiasi kerja keras Tim SAR gabungan, TNI, Polri, serta para relawan yang terlibat sejak awal pencarian di lokasi kejadian hingga proses pemulangan jenazah ke kampung halaman.

“Atas nama keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mulai dari proses pencarian hingga almarhum dapat dimakamkan di Garut,” ujar Jejen.

Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat akan besarnya pengabdian para aparatur negara yang menjalankan tugas hingga akhir hayatnya. Deden Maulana kini telah berpulang, namun kenangan dan jasa pengabdiannya akan terus dikenang oleh keluarga, sahabat, dan rekan sejawat.(Slamet Timur).

Facebook Comments Box
Exit mobile version