KOTA BEKASI, pewarta.id — Suasana penuh semangat, kreativitas, dan nuansa budaya tradisional begitu terasa dalam gelaran Market Day 2026 yang diselenggarakan Grade 3 Global Insani School pada Selasa (12/05/2026) di Lapangan GIIS Global Insani School, Kota Bekasi.
Kegiatan pendidikan bertema Global Knowledge & Islamic Values tersebut berlangsung meriah dan berkesan dengan penampilan spektakuler dalang cilik berbakat, Zafier Gammel Ajen. Anak didik Sanggar Wayang Ajen itu sukses memukau para siswa, guru, dan orang tua melalui pertunjukan Wayang Ajen bertajuk “Cepot The Market Place” dengan durasi sekitar 30 menit.
Mengusung konsep wayang ala Generasi Z dan Alpha, pertunjukan tersebut menghadirkan pesan edukatif mengenai jajanan tradisional, pentingnya kejujuran, semangat kewirausahaan, serta pendidikan budaya bangsa dengan pendekatan modern, segar, dan dekat dengan dunia anak-anak masa kini.
Karya kreatif tersebut ditulis sekaligus disutradarai oleh Ki Dalang Wawan Ajen, tokoh budaya yang dikenal aktif mengembangkan Wayang Ajen Diversity sebagai media pendidikan karakter, kreativitas, dan pelestarian budaya Nusantara yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sejak awal pertunjukan, suasana penonton langsung larut dalam nuansa tradisi ketika Dalang Zafier membuka pementasan dengan sulukan khas wayang pada adegan Kakawen Gunung Kelir.
“Gunung kelir gusti aling-aling
Ya wongawayang
Wayang manut maring dalang
Dalang murbaing wayang
Kelire hayun sabita…”
Lantunan sulukan yang penuh penghayatan itu kemudian dilanjutkan dengan puisi budaya yang sarat pesan pendidikan karakter, semangat belajar, nilai kejujuran, hingga pentingnya menjaga eksistensi jajanan tradisional Nusantara di tengah arus modernisasi.
Dalam alur cerita, tokoh Cepot, Dawala, dan Gareng hadir dalam acara Market Day yang digelar sekolah. Dengan gaya humor segar, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan anak-anak, mereka mengajak siswa belajar berdagang, menjaga kejujuran, bekerja sama, hingga mencintai kekayaan kuliner tradisional Indonesia seperti cilok, jajanan pasar, es jadul, dan aneka kue khas Nusantara.
Penampilan Zafier Gammel Ajen yang baru berusia 9 tahun dinilai sangat memikat. Di usia muda, ia mampu membawakan berbagai karakter wayang dengan ekspresi kuat, improvisasi humor yang natural, penguasaan vokal yang baik, serta kemampuan menghidupkan suasana panggung secara interaktif dan komunikatif.
Selama pertunjukan, Zafier didampingi dalang remaja Aming Ajen, Mang Bentar sebagai pemain kendang, serta Rudi Rosadi yang memainkan musik digital.
Pertunjukan juga diperkaya dengan lagu-lagu populer, pantun Betawi, tari Jaipongan, hingga dialog-dialog edukatif yang membuat para penonton, khususnya anak-anak, terlihat antusias mengikuti jalannya pertunjukan dari awal hingga akhir.
Salah satu adegan yang paling mendapat tepuk tangan meriah adalah ketika tokoh Cepot menyampaikan pesan tentang pentingnya melestarikan kuliner tradisional Indonesia.
“Market Day bukan hanya jualan, tapi belajar kehidupan. Belajar mencintai, melestarikan, menjaga, dan mempromosikan jajanan tradisional supaya tetap lestari dan menyejahterakan masyarakat. Jajanan tradisional: klasik tetap hits,” ujar Cepot dalam pertunjukan tersebut.
Pementasan Wayang Ajen ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya yang kreatif, kontekstual, dan membumi. Nilai-nilai kejujuran, kerja keras, kreativitas, tanggung jawab, gotong royong, hingga semangat kewirausahaan diperkenalkan melalui pendekatan seni pertunjukan yang ringan, lucu, dan mudah dipahami anak-anak.
Antusiasme penonton semakin terasa ketika muncul adegan humor antara Cepot, Dawala, Gareng, dan para begundal yang berusaha mengacaukan acara Market Day serta mengambil dagangan anak-anak. Dengan gaya komedi khas Wayang Ajen, pesan moral tentang pentingnya kejujuran dan larangan mengambil hak milik orang lain tersampaikan secara kuat namun tetap menghibur.
Kehadiran pertunjukan Wayang Ajen dalam kegiatan pendidikan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen kuat Global Insani School dalam membangun pendidikan berbasis karakter yang memadukan wawasan global, nilai spiritual, dan kepedulian terhadap budaya bangsa.
Kepala Sekolah SD IT Global Insani, Muhammad Sahrizal, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pertunjukan Wayang Ajen Diversity yang dinilai mampu menghadirkan pembelajaran budaya secara kreatif, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung pemajuan kebudayaan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.
“Global Insani School berkomitmen untuk terus melestarikan, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina seni budaya tradisional melalui pendekatan yang edukatif, inovatif, adaptif, kolaboratif, dan rekreatif. Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akar budaya dan karakter kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti Market Day menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk memahami nilai kejujuran, kemandirian, kerja sama, kewirausahaan, sekaligus penghormatan terhadap budaya lokal Indonesia.
Sementara itu, di tempat terpisah, Ki Dalang Wawan Ajen selaku pendiri dan pengasuh Wayang Ajen Diversity menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan seni pertunjukan yang relevan dengan dunia anak-anak dan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi.
Menurutnya, seni tradisi harus mampu hadir secara kontekstual, komunikatif, edukatif, sekaligus menghibur agar semakin dekat dan dicintai generasi muda.
“Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tatanan dan tuntunan. Seni budaya harus hadir menjadi media pendidikan karakter, membangun kreativitas, memperkuat nilai moral, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap identitas bangsa,” ungkapnya.
Melalui penampilan Dalang Cilik Zafier Gammel Ajen di Market Day 2026 ini, Wayang Ajen generasi Alpha dan Gen Z kembali membuktikan bahwa seni tradisional dapat tampil modern, segar, lucu, edukatif, dan tetap relevan dengan kehidupan generasi muda Indonesia di era digital.
Acara ditutup dengan pesan moral dari tokoh Cepot mengenai pentingnya kejujuran, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas sebagai bekal masa depan anak-anak Indonesia.
Pertunjukan pun berakhir meriah dengan salam budaya dan tepuk tangan panjang dari para siswa, guru, serta orang tua yang memenuhi Lapangan GIIS Global Insani School Kota Bekasi.
Momentum tersebut menjadi bukti bahwa seni budaya tradisional tetap memiliki ruang kuat di hati generasi muda ketika dikemas secara kreatif, inovatif, dan menyenangkan seperti yang dilakukan Wayang Ajen.***

