Site icon Pewarta ID

Exhibition Match Catur digelar Lapas Kelas II B Ciamis Hadirkan Grandmaster, Dongkrak Semangat Pecatur Lokal

Image of Percasi (1)

CIAMIS, pewarta.id  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ciamis menggelar pertandingan ekshibisi (exhibition match) catur dengan menghadirkan Grandmaster (GM) dan International Master (IM), sebagai upaya menggairahkan kembali dunia percaturan di Kabupaten Ciamis.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pembinaan dan motivasi bagi para pecatur lokal, khususnya generasi muda, agar terus berkembang hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Lapas Kelas II B Ciamis, Supriyanto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk inisiatif untuk mengangkat potensi yang selama ini terpendam di masyarakat, khususnya di bidang olahraga catur.

“Alhamdulillah kami bisa menghadirkan Grandmaster dan International Master ke Ciamis. Ini menjadi semangat baru bagi pecatur lokal. Kami ingin menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif agar catur semakin berkembang di Ciamis,” kata Kepala Lapas Kelas II B Ciamis, Supriyanto, Jumàt (03/07/2026).

Menurutnya, antusiasme peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi. Bahkan, peserta yang ingin mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari Ciamis, namun juga dari berbagai daerah lain. Namun, karena keterbatasan kuota, kegiatan kali ini masih difokuskan untuk peserta lokal.

“Animo peserta luar biasa. Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini bisa diperluas hingga tingkat Priangan Timur,” tambahnya.

Supriyanto juga berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin dan mampu memperkuat kolaborasi antara Lapas dengan pemerintah daerah dalam upaya mengangkat nama Ciamis melalui olahraga catur.

Sementara itu, Grandmaster catur Indonesia, Susanto Megaranto, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran pertandingan ekshibisi sangat penting untuk mendorong regenerasi pecatur, terutama di kalangan junior.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk menggairahkan percaturan di daerah. Bagi pecatur junior, ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding,” ungkapnya.

Ia juga menilai kemampuan pecatur muda di Ciamis cukup potensial, meski masih membutuhkan jam terbang dan pengalaman bertanding yang lebih banyak.

“Secara kualitas sudah cukup baik. Tinggal ditingkatkan latihan dan frekuensi bertanding agar mentalnya semakin kuat,” jelasnya.

Menurut Susanto, perkembangan dunia catur saat ini semakin pesat seiring kemajuan teknologi. Namun, tantangan di daerah masih cukup besar, terutama dalam hal minimnya turnamen.

“Pecatur daerah harus berani keluar, ikut turnamen di kota besar seperti Jakarta untuk menambah pengalaman. Itu penting untuk meningkatkan kualitas,” katanya.

Di sisi lain, Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Ciamis, Asep Yusuf Gundiamin, menyebutkan bahwa dari sekitar 70 atlet catur yang terdaftar, hanya sekitar 35 orang yang aktif.

“Banyak yang tidak aktif karena kesibukan, seperti kuliah atau bekerja. Namun, kami terus berupaya menjaga regenerasi dengan menggelar kegiatan rutin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Percasi Ciamis secara rutin mengadakan pertandingan setiap bulan di Alun-alun Ciamis sebagai upaya memasyarakatkan olahraga catur sekaligus mencari bibit-bibit baru.

“Selain itu, kami juga memiliki pelatih untuk pembinaan dasar hingga lanjutan. Dengan adanya ekshibisi bersama Grandmaster ini, tentu menjadi momentum penting untuk menguji kemampuan sekaligus mengasah mental para pecatur,” jelasnya.

Menurut Asep, kehadiran Grandmaster dalam kegiatan ini merupakan yang pertama kali secara khusus diundang ke Ciamis, sehingga menjadi kesempatan langka bagi pecatur lokal.

“Ini momen yang sangat baik, meskipun sayangnya tidak semua pecatur bisa ikut karena hari kerja. Namun, ke depan kami berharap partisipasi semakin meningkat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan olahraga catur di Ciamis semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.***

Exit mobile version