Site icon Pewarta ID

Pencarian Nadira Azahra Masih Buntu, Keluarga Bantah Isu Mahasiswi Telkom University Ditemukan di Majalaya

Image of Nadira

BANDUNG, pewarta.id  – Memasuki hari keenam pencarian, keberadaan Nadira Azahra, mahasiswi Telkom University yang dilaporkan hilang sejak 30 Juni 2026, masih menjadi misteri. Di saat keluarga dan aparat kepolisian terus berupaya menelusuri jejaknya, beredar informasi di media sosial yang mengklaim Nadira telah ditemukan. Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar.

Perwakilan keluarga, Budhi Purwana, menegaskan hingga Minggu (5/7/2026) malam, Nadira belum kembali ke keluarga dan belum ada informasi valid yang mengungkap keberadaannya. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai berbagai kabar yang beredar tanpa adanya konfirmasi resmi.

“Sampai saat ini Nadira belum ditemukan. Informasi yang menyebut Nadira sudah berada di rumah tantenya di Majalaya sama sekali tidak benar,” kata Budhi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Menurut Budhi, isu tersebut bermula dari pernyataan seorang pendengar radio di Bandung yang mengaku memperoleh gambaran melalui terawangan. Orang tersebut menyampaikan keyakinannya bahwa Nadira berada di rumah kerabat di wilayah Majalaya dalam kondisi selamat.

Informasi yang semula hanya berupa dugaan pribadi kemudian berkembang menjadi narasi yang dianggap sebagai fakta. Dalam waktu singkat, kabar tersebut menyebar luas melalui berbagai platform media sosial hingga memunculkan anggapan bahwa proses pencarian Nadira telah berakhir.

“Kami sudah menghubungi yang bersangkutan. Beliau menjelaskan bahwa yang disampaikan bukan berdasarkan fakta di lapangan, melainkan hasil terawangan. Sayangnya, informasi itu kemudian dipahami sebagai kabar yang benar,” ujarnya.

Budhi mengakui keluarganya sempat menaruh harapan ketika pertama kali menerima informasi tersebut. Namun setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan bukti yang menguatkan kabar itu sehingga keluarga kembali harus menerima kenyataan bahwa Nadira masih belum diketahui keberadaannya.

Di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, keluarga juga harus menghadapi derasnya arus informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan, tidak sedikit pihak yang diduga memanfaatkan situasi dengan menghubungi keluarga dan mengaku mengetahui keberadaan Nadira.

Sebagian dari mereka mengklaim sempat melihat seseorang dengan ciri-ciri menyerupai Nadira, tetapi kemudian meminta sejumlah uang dengan alasan biaya transportasi maupun operasional pencarian. Seluruh informasi tersebut dipastikan tidak terbukti.

“Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Jika memang memiliki informasi yang benar, silakan disampaikan kepada pihak kepolisian atau keluarga tanpa disertai kepentingan lain,” tutur Budhi.

Ia juga meminta media massa membantu menghadirkan informasi yang akurat agar tidak memperkeruh situasi dan memperbesar beban psikologis keluarga yang hingga kini masih menunggu kepastian.

Sementara itu, penyelidikan yang dilakukan kepolisian terus berlanjut. Aparat tengah menghimpun berbagai keterangan serta bukti pendukung untuk menelusuri jejak terakhir Nadira. Keluarga berharap proses investigasi dapat diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk pelacakan nomor telepon, perangkat komunikasi, hingga jejak aktivitas elektronik yang berkaitan dengan Nadira.

Dukungan juga datang dari Telkom University. Pihak kampus telah berkoordinasi dengan keluarga dan aparat kepolisian untuk membantu proses pencarian, termasuk mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dari sejumlah titik di lingkungan kampus maupun kawasan sekitar yang diduga menjadi lokasi terakhir aktivitas Nadira sebelum dinyatakan hilang.

Seluruh rekaman tersebut kini sedang dianalisis sebagai bagian dari upaya mengungkap kronologi hilangnya Nadira sekaligus mencari petunjuk baru yang dapat mempercepat proses pencarian.

Bagi keluarga, setiap hari yang berlalu tanpa kepastian menjadi penantian yang penuh harap. Mereka berharap Nadira segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama orang-orang terdekatnya.

“Kami hanya ingin mengetahui keberadaan Nadira dan memastikan kondisinya baik-baik saja. Itu yang menjadi harapan terbesar keluarga saat ini,” pungkas Budhi.***

Exit mobile version