TASIKMALAYA, pewarta.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Tasikmalaya berlangsung semarak sekaligus sarat makna. Selama dua hari, 22-23 Juli 2026, Gedung Islamic Center Singaparna dipenuhi ribuan peserta dari berbagai kalangan dalam rangkaian kegiatan yang digelar Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.
Mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas”, peringatan HAN tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap mereka dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, hingga diskriminasi.
Beragam kegiatan edukatif, sosial, hingga hiburan disiapkan selama penyelenggaraan acara. Mulai dari Bazar UMKM, pertunjukan kreativitas anak yang berlangsung selama 24 jam, permainan edukatif, bakti sosial bagi 1.100 anak korban kekerasan, hingga 110 peserta khitanan massal. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, sekaligus memperoleh perhatian dan perlindungan dari lingkungan sekitar.
Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah semakin menambah semarak peringatan Hari Anak Nasional tersebut. Salah satunya Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih yang hadir memberikan motivasi sekaligus menyapa langsung anak-anak bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi kehadiran Pangdam III/Siliwangi yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan anak.
Menurutnya, sosok Mayjen TNI Kosasih bukanlah figur yang baru mengenal isu perlindungan anak. Bahkan jauh sebelum menjabat Pangdam III/Siliwangi, ia kerap hadir memberikan dukungan ketika anak-anak membutuhkan perlindungan maupun pertolongan.
“Ini menjadi sebuah penghargaan bagi keluarga besar KPAID Kabupaten Tasikmalaya. Beliau berkenan hadir bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur untuk merayakan Hari Anak Nasional bersama anak-anak,” kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Kamis (23/7/2026).
Ia menilai kehadiran Pangdam menjadi bukti nyata bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, TNI, aparat penegak hukum hingga masyarakat.
Ato mengaku mengenal Mayjen Kosasih sejak masih berpangkat kolonel. Selama itu pula, menurutnya, berbagai langkah yang dilakukan selalu menghadirkan prestasi sekaligus kepedulian terhadap masyarakat, termasuk terhadap isu-isu perlindungan anak.
“Beliau selalu hadir ketika anak-anak membutuhkan perlindungan. Hari ini kita bisa melihat sendiri bagaimana beliau bercengkerama, bergembira, dan memberikan perhatian langsung kepada anak-anak. Ini menjadi teladan bagi kita semua,” katanya.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih mengatakan peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang dibangun sejak usia dini.
Ia berharap anak-anak Indonesia, khususnya di Tasikmalaya, mampu tumbuh menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, serta bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Hari ini saya hadir memberikan semangat kepada anak-anak. Mudah-mudahan mereka menjadi kebanggaan masyarakat Tasikmalaya dan bangsa Indonesia sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” ujarnya.
Menurut Pangdam, fondasi utama dalam membentuk karakter anak berada di lingkungan keluarga. Ia menyebut keluarga sebagai madrasah pertama yang akan menentukan arah pendidikan karakter dan masa depan seorang anak.
“Keluarga adalah tempat pertama anak belajar. Dari sanalah mereka memperoleh bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks di masa depan,” katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh anak Indonesia agar tidak pernah berhenti belajar. Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi generasi mendatang jauh lebih berat dibandingkan saat ini sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, tangguh, dan berkarakter.
“Teruslah belajar, belajar, dan belajar. Persiapkan diri menghadapi masa depan yang lebih penuh tantangan dibandingkan sekarang,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang sedang merayakan ulang tahun. Menurutnya, bentuk penghargaan sederhana seperti memberikan ucapan maupun hadiah mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus membuat anak merasa dihargai.
Ia menilai budaya memberikan apresiasi kepada anak atas pencapaian maupun momen spesial perlu terus dibangun di lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Berikan penghargaan kepada anak-anak yang berprestasi. Reward akan memotivasi mereka untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan Hari Anak Nasional tahun ini.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Pangdam III/Siliwangi yang telah meluangkan waktu hadir memberikan motivasi kepada anak-anak Tasikmalaya.
“Saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pangdam III/Siliwangi. Kehadiran beliau memberikan nuansa baru sekaligus nasihat yang sangat bermakna bagi kita semua,” ujarnya.
Asep menilai perlindungan anak harus menjadi gerakan bersama lintas sektor. Sebab, anak-anak merupakan investasi masa depan bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.
Ia juga mengapresiasi KPAID Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai konsisten menghadirkan berbagai program nyata dalam memperjuangkan hak-hak anak.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap anak bukan hanya slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata. Anak Indonesia harus terus maju karena mereka adalah masa depan bangsa,” pungkasnya.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya pun ditutup dengan berbagai penampilan seni, kreativitas, permainan edukatif, serta kegiatan sosial yang melibatkan ribuan peserta. Melalui kolaborasi antara pemerintah, KPAID, TNI, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, semangat mewujudkan anak-anak yang sehat, cerdas, kreatif, serta terlindungi diharapkan menjadi fondasi kuat menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.***

