Site icon Pewarta ID

Pemprov Jawa Tengah mengadakan Mudik Gratis Untuk 1200 Perantau Asal Jawa Tengah.

Image of Pemprov jawa tengah mengadakan pemudik gratis untuk 1200 perantau asal jawa tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan di Kodiklat TNI AD pada Kamis (27/3/2025), "Hari ini kita mengerahkan 22 Armada Bus Pariwisata untuk mengangkut sekitar 1200 warga Jateng yang tersebar di Bandung Raya untuk mudik merayakan lebaran di kampung halamannya."

BANDUNG, Pewarta.id — Mudik bukan hanya kebiasaan pulang kampung selama hari raya lebaran, tetapi juga mengajarkan nilai kekeluargaan dan mengenal sejarah keluarga.

Akibatnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, sekitar 1200 orang dari Jawa Tengah yang tinggal di Bandung Raya sangat antusias mengikuti mudik gratis yang diorganisir oleh Pemprov Jateng bekerja sama dengan Baznas Jateng, Kodiklat TNI AD, Kabupaten Cilacap, Wonogiri, Sukoharjo, Bank BJB, dan PRJT Bandung Raya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan di Kodiklat TNI AD pada Kamis (27/3/2025), “Hari ini kita mengerahkan 22 Armada Bus Pariwisata untuk mengangkut sekitar 1200 warga Jateng yang tersebar di Bandung Raya untuk mudik merayakan lebaran di kampung halamannya.”

Menurut Gus Yasin, yang juga dikenal sebagai Taj Yasin Maimoen, mudik gratis ini merupakan bukti kepedulian pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap penduduk di wilayah perantauan Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat.

Dalam rombongan pemudik ini, ada warga kami yang sakit dan harus cuci darah. Saya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait baik selama perjalanan maupun (pasien) setelah tiba di kampung halamannya agar warga tersebut mendapat penanganan yang baik.

Gus Yasin mengakui bahwa warganya mengalami kesulitan saat merantau. Oleh karena itu, kami menyarankan mereka untuk kembali ke Jawa Tengah, di mana Pemprov Jateng akan menawarkan pelatihan yang akan membantu mereka meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dia menyatakan bahwa jika mereka ingin kembali (ke Jateng), mereka akan menyiapkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka, dan jika perlu, mereka tidak akan perlu merantau.

Ketua Umum Perkumpulan Perantau Jawa Tengah (PRJT), Drs. H. Leles Sudarmanto Dipuro, menyambut baik mudik gratis ini pada saat yang sama.

Ada 20 kabupaten kota yang telah diterima oleh penduduk Jawa Tengah, termasuk Wonogiri, Sukoharjo, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Cilacap, Purbalingga, Klaten, dll. Namun, ini tidak mencakup secara keseluruhan, katanya.

Leles menambahkan bahwa dari 29 kabupaten dan 6 kota yang ada di Jawa Tengah, 20 di antaranya sudah dapat diterima. Dia berharap ke depan dapat menerima semua orang, tentunya dengan bantuan semua pihak.

 

Pendaftaran Mudik Selektif

H. Farchan Djuniadji, Ketua Perkumpulan Perantau Jawa Tengah (PRJT) Bandung Raya, mengatakan bahwa perantau asal Jawa Tengah yang ada di Bandung Raya memiliki berbagai macam pekerjaan, tetapi yang paling umum adalah Ojek Online. Selain itu, ada pedagang kaki lima, asisten rumah tangga, guru, guru ngaji, dan masih banyak lainnya.

Pemprov Jawa Tengah memilih peserta dari berbagai profesi untuk mudik gratis ini dan mengikuti delapan asnaf: fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Seperti halnya peserta mudik gratis ini, kita bersedakah kepada yang sangat membutuhkan. Dia mengatakan, “Saya juga mengajak saudara-saudaranya yang lain untuk bersedekah, terutama di bulan Ramadhan seperti sekarang ini.”

Dia menyimpulkan, “Dengan banyak bersedekan, banyak saudara kita akan tertolong seperti dalam kegiatan mudik gratis ini.”**[gpwk_ds|rls]

Exit mobile version