Site icon Pewarta ID

OJK. Perempuan Tertinggi Dalam Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan

OJK. Perempuan Tertinggi Dalam Indeks Inklusi Keuangan

JAKARTA, pewarta.id – OJK Umumkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan dengan hasil indeks literasi sebesar 65,43% sedang indeks Inklusi 75.01%. Indeks literasi dikeuangan Konvensional sebesar 65,08%, dikeuangan Syariah sebesar 39,11%, sedang untuk indeks inklusi dikeuangan konvensional sebesar 73,55% , dikeuangan Syariah sebesar 12,88%.

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti didampingi Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menyelenggarakan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) untuk mengukur indeks literasi, dan Indeks Inklusi keuangan penduduk Indonesia.

“ Ini dilakukan, sebagai landasan program dalam peningkatan Literasi dan inklusi keuangan ke depan.” Kata Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS Jakarta, Jumat ( 2/08/2024).

Dari pelaksanaan SNLIK tahun 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 65,43 persen, sementara untuk indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen penduduk Indonesia.

“Berdasarkan gender, perempuan lebih tinggi dibanding laki -laki untuk indeks literasi keuangan, yakni masing-masing sebesar 66,75 persen dan 64,14 persen.”tambahnya.

OJK dalam SNLIK tak hanya mengukur di keuangan konvensional, juga mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah.

“Dari survei diperoleh 39,11% indeks literasi dan 12,88% indeks Inklusi keuangan syariah penduduk Indonesia, dengan hasil ini memang literasi dan inklusi keuangan syariah perlu untuk lebih ditingkatkan lagi,” ungkapnya

Fokus OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan baik konvensional maupun syariah tertuang dalam Peta Jalan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (2023-2027).***

Exit mobile version