Site icon Pewarta ID

Tanah Longsor Timpa Rumah Warga di Ciamis, Satu Orang Meninggal Dunia Saat Tidur

Image of Desain tanpa judul 1

Desain tanpa judul - 1

Ciamis, pewarta.id – Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Gunungbangka RT 29 RW 10, Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (dini hari). Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia setelah rumahnya tertimpa longsoran tanah dan bangunan kolam ikan.

Longsor terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari. Kondisi tanah yang labil menyebabkan sebuah kolam ikan yang berada tepat di atas rumah korban runtuh dan longsor, menimpa bagian bangunan rumah.

Material tanah dan bangunan kolam langsung menjebol kamar tidur korban bernama Ibu Ikah, yang saat kejadian sedang beristirahat. Akibat tertimpa reruntuhan, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban Tertimpa Longsor Saat Tidur

Petugas Assessment BPBD Kabupaten Ciamis, Usid Suchlas, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung secara tiba-tiba saat warga tengah terlelap.

“Sekitar pukul 00.00 WIB, wilayah Kecamatan Sindangkasih diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Karena kondisi tanah yang labil, kolam ikan yang berada di atas rumah mengalami longsor dan menimpa bangunan rumah korban,” ujar Usid saat ditemui di lokasi.

Ia membenarkan bahwa dalam kejadian tersebut terdapat korban jiwa.

“Benar, ada satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan material longsoran saat sedang tidur di kamar,” jelasnya.

Menurut informasi, dalam satu rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga dengan total enam jiwa. Sementara korban diketahui dalam kondisi sakit dan baru saja menjalani perawatan medis sebelum kejadian nahas tersebut.

Evakuasi Dilakukan Warga, BPBD Lakukan Assessment

Hingga laporan ini disampaikan, evakuasi material longsoran belum dilakukan karena keterbatasan alat dan mempertimbangkan faktor keamanan. Proses evakuasi korban dilakukan lebih dulu oleh pihak keluarga dibantu warga sekitar.

“Untuk sementara BPBD melakukan assessment dan penggalian data, sekaligus menyalurkan bantuan logistik kedaruratan kepada keluarga terdampak,” tambah Usid.

Rencananya, korban akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Polres Ciamis Turunkan Personel, Lakukan Pengamanan Lokasi

Sementara itu, Polres Ciamis turut menurunkan personel untuk membantu penanganan di lokasi bencana. Kasat Samapta Polres Ciamis menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan puluhan anggota untuk pengamanan dan pembersihan awal.

“Dari Polres Ciamis kami menurunkan sekitar 15 personel, ditambah personel lainnya untuk membantu penanganan terbatas, berkolaborasi dengan BPBD,” ujarnya.

Ia menyebutkan, faktor utama penyebab longsor adalah kondisi tanah yang sangat labil serta adanya retakan tanah di sekitar lokasi kejadian.

“Yang menjadi titik berat kejadian ini adalah struktur tanah yang tidak stabil dan curah hujan tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan longsor susulan,” katanya.

Keluarga Korban Diungsikan ke Rumah Kerabat

Kepala Dusun setempat, Yayan Mulyana, menuturkan bahwa laporan pertama diterima sekitar pukul 23.40 WIB.

“Awalnya ada laporan longsor sekitar jam sebelas lewat. Saya langsung menuju lokasi. Korban sempat tertimbun material, dan saat dilakukan pembersihan kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia,” ungkap Yayan.

Ia memastikan seluruh anggota keluarga korban yang selamat telah diungsikan sementara ke rumah kerabat terdekat demi alasan keselamatan.

“Alhamdulillah yang selamat saat ini sudah diungsikan ke rumah saudara. Pihak desa juga terus berkoordinasi dengan BPBD dan aparat keamanan untuk langkah selanjutnya,” tutupnya.

Pihak berwenang mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berkepanjangan, serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.***

Facebook Comments Box
Exit mobile version