Site icon Pewarta ID

Universitas Siliwangi Latih Warga Selacai Kelola Sampah Organik untuk Perkuat Program Kampung Iklim

Image of Sampah organik (1)

CIAMIS, pewarta.id  – Universitas Siliwangi (Unsil) melalui Program Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemanfaatan Sampah Organik Menggunakan Metode Komposter sebagai Upaya Penguatan Program Kampung Iklim di Dusun Selacai, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.” Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Program tersebut diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari tujuh Ketua RW dan 17 perwakilan RT se-Dusun Selacai. Hadir pula Ketua Bank Sampah Jaya Wijaya Dusun Selacai, Babinsa, Kepala Dusun Selacai, pengurus Program Kampung Iklim (ProKlim), serta sejumlah tokoh masyarakat yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.

Ketua Tim Pengabdian Unsil, Ahmad Hamdan, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi terhadap persoalan sampah organik yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di pedesaan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi sederhana berupa komposter dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mengurangi timbulan sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat mampu mengelola sampah organik secara mandiri dengan memanfaatkan metode komposter sehingga volume sampah yang dibuang dapat berkurang. Selain itu, program ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan Program Kampung Iklim di Dusun Selacai serta mendorong tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ujar Ahmad Hamdan. Kamis (11/06/2026).

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Gian Herdiawan, S.Pt., M.I.L. dari DPRKPLH Kabupaten Ciamis. Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara perguruan tinggi, pemerintah desa, komunitas lingkungan, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga.

Menurut Gian, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mewujudkan target pengurangan sampah sekaligus mendukung program pelestarian lingkungan yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Sementara itu, Kepala Desa Selamanik, Yayat Ruhiyat, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada tahap sosialisasi semata, melainkan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan masing-masing sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ketua ProKlim Dusun Selacai, Agus Rohyan, menambahkan bahwa pengelolaan sampah organik merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung keberhasilan Program Kampung Iklim yang saat ini terus dikembangkan di wilayahnya.

“Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas lingkungan. Karena itu, pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat program yang sedang kami jalankan,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan program pengelolaan sampah organik dan penguatan Program Kampung Iklim di Dusun Selacai.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pengolahan sampah organik menggunakan metode komposter yang disampaikan oleh Lovina Maulidya, S.Pd. dari Yesclimate. Dalam pemaparannya, Lovina menjelaskan manfaat pengomposan bagi lingkungan maupun ekonomi rumah tangga, mulai dari mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan hingga menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan penghijauan.

Tidak hanya mendapatkan materi teori, para peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan komposter. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka berkesempatan mempelajari secara langsung setiap tahapan pembuatan komposter sehingga dapat menerapkannya secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, panitia menyerahkan 34 paket alat pembuatan komposter kepada masyarakat Dusun Selacai. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bank Sampah Jaya Wijaya Dusun Selacai dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Siliwangi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Siliwangi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga dan mampu menerapkan teknologi komposter secara berkelanjutan. Selain berkontribusi terhadap pengurangan timbulan sampah, program ini juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat Program Kampung Iklim serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Ciamis.

Dengan meningkatnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat, Dusun Selacai diharapkan dapat menjadi contoh kawasan yang berhasil mengelola sampah secara mandiri sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Exit mobile version