Site icon Pewarta ID

Inovasi Hijau: SDN 3 Sukanegla Garut Kota Gunakan Bata Plastik Daur Ulang

Image of Img 20260611 wa0064

Garut, pewarta.id – Sebuah inovasi baru dalam mengatasi kekurangan ruang kelas di sekolah saat ini, ternyata bisa dipenuhi dengan bahan baku sampah plastik residu. Di Kabupaten Garut, kini telah diluncurkan batu bata berbahan baku daur ulang sampah plastik residu untuk membangun ruang kelas baru di SD Negeri Sukanegla 3, Kecamatan Garut Kota.

 

Pembangunan ruang kelas baru dengan bata berbahan sampah plastik tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Bakti Barito sebanyak dua ruang kelas dan dua toilet. Peletakan bata pertama dilaksanakan, Kamis, (11/06/26) oleh pihak Yayasan Bakti Barito bersama Bupati Abdusy Syakur Amin dan jajaran Forkopimda, para guru dan siswa serta para pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian Purbasari menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, batu bata berbahan baku sampah plastik daur ulang tersebut dinyatakan kokoh, aman dari gempa dan ramah lingkungan, disamping secara ekonomi harganya diperkirakan sangat kompetitif.

 

Dian juga mengungkapkan, program ini merupakan langkah inovatif dalam mengatasi krisis sampah di Indonesia. “Tidak hanya komponen batanya

saja, melainkan seluruh elemen struktur seperti panel lantai, plafon, atap, serta pipa hingga rangka jendela

dan pintu semuanya memanfaatkan limbah plastik. Secara keseluruhan, proyek inovatif ini akan menghabiskan

sekitar 15 ton limbah plastik residu menjadi 2 ruang kelas dan 2 unit toilet yang nyaman untuk anak-anak

di sekolah itu. Bahan baku sampahnya kami ambil dari lokal Garut sedangkan pabrik produksinya di Cirebon” ingkap Dian.

 

Menurut Dian, Garut menjadi pilihan sasaran program inovatifnya, diantaranya karena pemerintahan maupun masyarakat secara antusias bisa menerima program ini. “Kami sangat gembira, ternya ide kami ini bisa dterima dengan baik oleh pemerintah setempat, sehingga hari ini kita sama sama melaksanakan peletakan batu pertama,” imbuh Dian.

 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Garut Abdsy Syakur Amin memyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, konsep pembangunan berbasis ekonomi sirkular ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Garut dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

 

“Menurut saya, ini adalah sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita inginkan terkait dengan pembangunan di bidang pendidikan,” ujar Abdusy Syakur Amin.

 

Ia menegaskan bahwa dinding-dinding RKB tersebut dibangun menggunakan material berbahan dasar sampah plastik yang telah didaur ulang dan dikelola secara modern oleh Yayasan Bakti Barito. Dia berharap terobosan ini tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

 

“Saya berharap adanya terobosan yang digagas oleh Bakti Barito memiliki dampak signifikan di bidang pendidikan, sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat Garut tentang pentingnya pengelolahan sampah serta kesehatan. Saya juga berharap kerja sama seperti ini bukan hanya ditempat ini saja, melainkan bisa ke tempat-tempat yang lain,” tambah Bupati.

 

Ungkapan kegembiraan dibangunnya ruang kelas baru juga disampaikan Kepala SD Sukanegla 3, Fitri Firdaus, yang saat ini sangat membutuhkan ruangan tambahan untuk melakasanakan kegiatan belajar mengajar siswa. Saat ini dia mengaku cuma memiliki empat ruangan, sehingga terpaksa memberlakukan belajar secara giliran pagi dan siang.

 

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu untuk keberlanjutan kegiatan belajar memgajar siswa. Meskipun awalnya sempat ragu dengan bahan sampah plastik untuk bangunan ruang kelas baru kami, setelah ditunjukkan hasil penelitian dari Bakti Barito, kami jadi yakin. Kami targetkan tahun ajaran 2026/2027, ruang kelas baru dan dua ruang toilet ini sudah bisa digunakan,” pungkasnya. (Slamet Timur).

Exit mobile version