Site icon Pewarta ID

Wali Kota Banjar Paparkan Konsep Gateway, Epicentrum dan Hub dalam Pawai Alegoris 2026

Image of Whatsapp image 2026 08 18 at 10.43.38

BANJAR, Pewarta.id – Pemerintah Kota Banjar kembali menggelar Pawai Alegoris tahunan, Selasa (18/08/2026), dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, pawai tersebut mengusung tema “Ngigelan Jaman, Motekar Pikeun Masagi” yang membawa pesan tentang pentingnya kreativitas, kebersamaan, kemampuan beradaptasi, serta semangat masyarakat dalam mendorong transformasi Kota Banjar.

Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, menyampaikan bahwa tema tersebut memiliki makna yang kuat bagi arah pembangunan daerah. Motekar, menurutnya, menggambarkan cara dan langkah kreatif masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman, sedangkan masagi menjadi tujuan akhir yang hendak dicapai, yakni terwujudnya kesejahteraan bersama. “Motekar itu bagaimana kita mempunyai cara dan langkah-langkah kreatif dalam menghadapi perubahan zaman. Sedangkan masagi adalah tujuan akhirnya, yaitu kesejahteraan bersama,” ujar Sudarsono.

Pawai Alegoris, lanjutnya, tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan hiburan maupun pertunjukan budaya semata. Kegiatan tersebut juga dirancang menjadi ruang bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, warga, pelaku UMKM, hingga pemerintah daerah, untuk bergerak bersama membangun Kota Banjar sesuai kapasitas masing-masing. Pemerintah Kota Banjar turut menekankan pentingnya menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berpikir, berkarya, berusaha, serta mengembangkan berbagai gagasan menjadi peluang yang memberikan manfaat nyata.

Selain sarat makna budaya, Pawai Alegoris 2026 turut diarahkan untuk memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah. Ribuan warga yang memadati sepanjang jalur pawai diharapkan tidak hanya berperan sebagai penonton, tetapi juga ikut menciptakan aktivitas ekonomi. Keramaian tersebut membuka peluang bagi pedagang makanan, pelaku UMKM, penyedia jasa, serta berbagai usaha lokal untuk meningkatkan transaksi selama kegiatan berlangsung. Dari aktivitas tersebut, pemerintah daerah berharap terjadi perputaran ekonomi yang memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat sekaligus turut menggerakkan roda perekonomian Kota Banjar secara keseluruhan.

Semangat motekar juga diperkenalkan melalui pendekatan yang disebut “Motekar SNAP”, yang menempatkan keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membangun kebersamaan. Melalui pendekatan ini, keluarga didorong untuk saling menghargai, bekerja sama, dan saling menguatkan satu sama lain. Dari keluarga yang bergerak, diharapkan lahir masyarakat yang ikut bergerak pula. Ketika masyarakat bergerak, aktivitas ekonomi pun tumbuh, sementara pemerintah hadir untuk memperkuat, memfasilitasi, dan menghubungkan berbagai potensi yang ada di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Pawai Alegoris 2026 juga membawa gagasan besar mengenai transformasi Kota Banjar, dari yang selama ini dikenal sebagai kota persimpangan menjadi kota tujuan yang dicari, dikunjungi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pendatang. Gagasan tersebut dirangkum dalam tiga konsep utama, yaitu Banjar Gateway, Banjar Epicentrum, dan Banjar Hub. Banjar Gateway menggambarkan Kota Banjar sebagai pintu masuk, tempat bertemunya berbagai potensi ekonomi, masyarakat, maupun investasi. Banjar Epicentrum menempatkan Banjar sebagai pusat pertemuan berbagai aktivitas, ide, kreativitas, dan peluang ekonomi baru. Sementara itu, Banjar Hub menggambarkan Kota Banjar sebagai titik penghubung antarkawasan, antarkegiatan, dan antarkelompok masyarakat, sehingga berbagai aktivitas dapat terus terkoneksi dan berkembang.

Ketiga konsep tersebut diringkas dalam semangat singkat, yakni Gateway membuat orang masuk, Epicentrum membuat orang berkumpul, dan Hub membuat semuanya saling terhubung. Konsep ini diharapkan mampu mengubah wajah Kota Banjar menjadi daerah yang bukan hanya dilewati, melainkan juga menjadi tempat yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi dan memberikan nilai tambah bagi banyak pihak.

Pemerintah Kota Banjar turut menegaskan bahwa pelaksanaan Pawai Alegoris pada 18 Agustus bukan menjadi akhir dari gerakan yang dibangun melalui tema tahun ini. Pesan yang diusung adalah “Pawai boleh selesai, gerakannya jangan”, yang berarti semangat kreativitas, kolaborasi, kerja keras, dan keberanian untuk berusaha harus terus dilanjutkan meski kegiatan pawai telah berakhir.

Melalui semangat “Banjar Motekar, Banjar Masagi”, Kota Banjar diharapkan terus bergerak menghadapi perubahan zaman, dengan masyarakat sebagai kekuatan utama, kreativitas sebagai jalan menuju kesejahteraan, dan pemerintah sebagai penguat ekosistem pembangunan. Dengan semangat tersebut, Kota Banjar diarahkan untuk terus bertransformasi dari sekadar kota persimpangan menjadi kota tujuan yang hidup, produktif, terkoneksi, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat

Exit mobile version