Site icon Pewarta ID

Jumat Berkah, TIM URC Satreskrim Polres Ciamis Beri Perhatian Khusus Balita Kurang Gizi di Tambaksari

Image of 20260828 111149

CIAMIS, pewarta.id — Kondisi seorang balita berusia 3 tahun 6 bulan di Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, yang sempat masuk kategori gizi buruk kini mulai menunjukkan perkembangan positif. Setelah mendapatkan pemantauan intensif, pemberian makanan tambahan, hingga pemeriksaan oleh dokter spesialis anak di RSUD Ciamis, berat badan balita tersebut mulai mengalami peningkatan.

Perkembangan kondisi balita itu menjadi perhatian jajaran Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis. Dalam kegiatan Jumat Berkah yang digelar di Kecamatan Tambaksari, Jumat (28/8/2026), petugas turun langsung untuk melihat kondisi balita sekaligus memberikan bantuan berupa sembako, susu dan telur.

Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar SH SIK MSi, melalui Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh jajaran Satreskrim Polres Ciamis. Kegiatan ini digelar sebulan sekali atau menyesuaikan dengan kebutuhan dan situasi yang berkembang di masyarakat.

 

“Baik, hari ini atas seizin Bapak Kapolres Ciamis, tentunya kami mewakili Polres Ciamis melalui Satreskrim Polres Ciamis melakukan kegiatan Jumat Berkah yang memang rutin dilakukan oleh Satreskrim Polres Ciamis,” ujar AKP Carsono.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Ciamis untuk hadir di tengah masyarakat melalui semangat AB3, yakni Ada, Berpikir, Berbuat dan Bermanfaat.

 

Namun, pada kegiatan kali ini, perhatian jajaran Satreskrim juga tertuju pada kondisi balita yang sebelumnya dilaporkan mengalami kekurangan gizi. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, kondisi balita tersebut dipastikan telah mendapatkan penanganan.

 

“Adanya informasi di lapangan bahwa di wilayah Tambaksari adanya informasi kekurangan gizi. Ternyata setelah kami cek di lapangan, kondisinya sudah baik. Alhamdulillah,” ungkap AKP Carsono.

 

Kepala Puskesmas Tambaksari, H. Asep Wahyudin, menjelaskan persoalan kekurangan berat badan pada balita tersebut sebenarnya telah terpantau sejak tahun 2025. Sejak saat itu, pihak puskesmas secara rutin melakukan pemantauan pertumbuhan serta memberikan intervensi berupa pemberian makanan tambahan.

 

Meski demikian, memasuki tahun 2026, berat badan balita tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan sehingga masuk dalam kategori gizi buruk dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

 

“Ditemukannya itu sejak tahun 2025. Kita sudah lakukan pemantauan dan juga pemberian makanan tambahan, terpantau terus sampai dengan sekarang. Dan kemarin di tahun 2026 memang masuk kategori ke gizi buruk, karena memang belum ada peningkatan berat badan yang signifikan,” jelas Asep.

 

Untuk memastikan tidak ada faktor medis yang menjadi penyebab sulitnya peningkatan berat badan, Puskesmas Tambaksari kemudian merujuk balita tersebut ke RSUD Ciamis. Pemeriksaan oleh dokter spesialis anak dilakukan pada Rabu (26/8/2026).

 

Hasil pemeriksaan membawa kabar baik. Tidak ditemukan penyakit penyerta maupun kelainan yang mengharuskan balita tersebut menjalani perawatan inap. Kondisinya secara umum dinilai sehat dan kini mulai menunjukkan respons positif terhadap intervensi yang diberikan.

 

“Kita lakukan terus intervensi dan juga kita lakukan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis. Hari Rabu kita datang ke Rumah Sakit Ciamis, sudah diperiksa oleh dokter spesialis anak, dan alhamdulillah tidak ada penyakit penyerta, tidak ada indikasi untuk dirawat,” katanya.

 

Asep menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan kembali, berat badan balita tersebut telah mengalami peningkatan. Jika sebelumnya tercatat memiliki berat badan 9,6 kilogram, kini berat badannya telah mencapai 10 kilogram.

 

Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah berat badan ideal anak seusianya yang diperkirakan berada pada kisaran 11 hingga 12 kilogram. Karena itu, pemantauan dan intervensi gizi akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

 

“Alhamdulillah hari ini kita cek dan ternyata sudah ada kenaikan berat badan, sudah ada peningkatan,” ungkapnya.

 

Puskesmas Tambaksari memastikan tidak akan menghentikan pendampingan terhadap balita tersebut. Pemberian makanan tambahan akan terus dilakukan, sementara perkembangan berat badan dan kondisi kesehatannya akan dipantau secara berkala.

 

Apabila dalam perkembangan selanjutnya dibutuhkan pemeriksaan lanjutan atau rujukan kembali, pihak puskesmas juga siap mengawal proses penanganannya hingga kondisi balita tersebut mencapai pertumbuhan yang lebih optimal.

 

“Kita pantau terus. Pemberian PMT terus kita lakukan, dan kalau misalkan masih memerlukan rujukan, kita tetap kawal sampai dengan balita ini sehat seperti kondisi balita yang lainnya,” tegas Asep.

 

Menariknya, persoalan yang dialami balita tersebut bukan disebabkan oleh penyakit berat. Berdasarkan hasil pemantauan tenaga kesehatan, anak tersebut secara umum dalam kondisi aktif dan sehat.

 

Riwayat imunisasinya juga normal dan selama ini rutin mengikuti kegiatan posyandu. Tidak ditemukan pula keluhan kesehatan serius maupun penyakit penyerta yang dapat menghambat pertumbuhannya.

 

Asep menyebut, selama ini keluhan kesehatan yang dialami anak tersebut tidak jauh berbeda dengan balita pada umumnya, seperti batuk dan pilek. Hasil pemeriksaan di RSUD Ciamis juga memperkuat bahwa tidak ada kelainan khusus pada kondisi kesehatannya.

 

“Ini masuk ke kurang gizi, karena memang tidak ada kenaikan berat badan. Padahal kondisi anaknya secara umum memang sehat. Tidak ada riwayat penyakit dan tidak ada keluhan berat,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Susilawati, ibu dari balita tersebut, mengatakan anaknya selama ini tidak memiliki riwayat penyakit serius. Sejak lahir, anaknya mendapatkan ASI dan pemberian makanan di rumah juga berjalan seperti biasa.

 

“Tidak ada riwayat sakit, hanya kurang berat badan saja,” katanya.

 

Dengan adanya peningkatan berat badan serta hasil pemeriksaan medis yang tidak menemukan penyakit penyerta, penanganan selanjutnya akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan secara rutin. Kehadiran Polres Ciamis melalui kegiatan Jumat Berkah pun menjadi bentuk dukungan sosial terhadap keluarga, sekaligus memperkuat perhatian bersama terhadap persoalan tumbuh kembang anak di masyarakat.***

Exit mobile version