Site icon Pewarta ID

Jembatan Perintis Garuda Penghubung Sidaharja-Kutawaringin Diresmikan, Mobilitas Warga Kini Lebih Mudah

Image of Img 20260828 wa0029

CIAMIS, pewarta.id – Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Sidaharja, Kecamatan Pamarican, dengan Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, resmi diresmikan pada Jumat (28/8/2026).

 

Peresmian dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi bersama Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono, S.Sos., M.Hum., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ciamis.

 

Jembatan gantung tersebut merupakan salah satu program Kodim 0613/Ciamis yang dibangun melalui semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Proses pembangunannya berlangsung sekitar satu bulan dengan melibatkan warga secara langsung.

 

Kehadiran Jembatan Perintis Garuda menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat di kedua wilayah. Sebab, jembatan tersebut menjadi akses penghubung yang telah lama dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

 

Dalam sambutannya, Sekda Ciamis Andang Firman Triyadi mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan cita-cita lama masyarakat yang akhirnya dapat direalisasikan. Menurutnya, peresmian jembatan menjadi momentum penting dalam meningkatkan akses dan konektivitas warga.

 

“Pembuatan jembatan ini merupakan cita-cita lama dan baru dapat terealisasi serta diresmikan saat ini,” ujar Andang.

 

Atas terealisasinya pembangunan tersebut, Andang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0613/Ciamis, yang telah menghadirkan program pembangunan jembatan bagi masyarakat.

 

Menurutnya, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI, kata Andang, tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan pertahanan negara, tetapi juga membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai kesulitan, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana.

 

“Ini adalah bukti nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga hadir membantu kesulitan dengan memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

 

Andang menilai keberadaan jembatan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi jalur penghubung sekaligus akses terdekat bagi masyarakat di kedua desa.

 

Sebelum jembatan dibangun, warga Desa Sidaharja harus menempuh perjalanan memutar dengan jarak yang cukup jauh atau menyeberangi sungai untuk menjalankan berbagai aktivitas. Kondisi tersebut tentu membutuhkan waktu dan biaya lebih besar serta menghadirkan tantangan dari sisi keselamatan dan kenyamanan.

 

Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah, lancar, dan aman. Selain memperpendek jarak tempuh, keberadaan jembatan juga dapat menghemat waktu serta biaya yang sebelumnya harus dikeluarkan warga.

 

“Dengan dibangunnya jembatan ini, selain memperpendek jarak, waktu dan biaya, akses mobilitas warga semakin mudah, lancar serta aman,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Andang berharap keberadaan jembatan tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kemudahan akses diharapkan dapat menunjang berbagai aktivitas warga, mulai dari pendidikan, pertanian, perdagangan hingga kegiatan produktif lainnya.

 

Sementara itu, Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat terwujud berkat semangat bahu-membahu antara TNI dan masyarakat.

 

Ia mengapresiasi antusiasme warga yang turut berpartisipasi selama proses pembangunan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting hingga jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat akhirnya dapat digunakan.

 

Antonius berharap Jembatan Perintis Garuda dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, termasuk mendorong aktivitas perekonomian serta memudahkan akses anak-anak menuju sekolah.

 

Ia juga berpesan agar masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut dengan baik. Dengan demikian, fasilitas penghubung antarwilayah itu dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang hingga generasi mendatang.***

 

 

Exit mobile version