Site icon Pewarta ID

44 Ribu Pelajar di Priangan Timur Dapat Edukasi Keuangan, 29 Ribu Rekening Tabungan Dibuka

Image of Ojk tasikmalaya giat (4)

TASIKMALAYA, pewarta.id – Upaya menanamkan budaya menabung dan membangun kecakapan mengelola keuangan sejak usia sekolah terus diperkuat di wilayah Priangan Timur. Dalam kurun Juni 2025 hingga Agustus 2026, sebanyak 44 ribu pelajar telah mendapatkan edukasi keuangan dari industri jasa keuangan di bawah sinergi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur.

Tak hanya edukasi, program tersebut juga mendorong perluasan akses keuangan bagi pelajar. Hingga Agustus 2026, sekitar 29 ribu rekening tabungan pelajar dan anak telah dibuka dengan total nominal tabungan mencapai Rp5,5 miliar.

Data tersebut disampaikan dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026, dengan mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. yang digelar di Kantor OJK Tasikmalaya, Rabu (26/8/2026).

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa edukasi dan inklusi keuangan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Menurutnya, budaya menabung perlu dibentuk sejak anak-anak berada di bangku sekolah.

“Hari Indonesia Menabung bukan sekadar peringatan seremonial. Kita ingin menumbuhkan budaya menabung sekaligus membentuk kemampuan anak-anak dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” kata Nofa.

Ia menilai kebiasaan menabung dapat menjadi sarana pembentukan karakter finansial. Melalui aktivitas tersebut, anak belajar menunda keinginan, menentukan prioritas, merencanakan masa depan, sekaligus memahami pentingnya mengelola uang secara bertanggung jawab.

Untuk memperluas dampak edukasi, OJK Tasikmalaya dalam kegiatan tersebut juga mengukuhkan Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Segmentasi Prioritas Pelajar.

Sebanyak 18 pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Kota Tasikmalaya dan sekitarnya dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan. Mereka merupakan pelajar binaan lembaga jasa keuangan yang berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 5 Tasikmalaya, SMKN 1 Tasikmalaya, SMAN Plus Pesantren Amanah, SMAN 6 Tasikmalaya, SMK Plus YSB Suryalaya, SMAN 2 Tasikmalaya, SMAN 9 Tasikmalaya, SMK Bina Lestari PUI, dan SMA Al Muttaqin.

Menurut Nofa, keberadaan Duta Literasi Keuangan diharapkan mampu menciptakan efek berantai di lingkungan sekolah. Pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan sebagai penyampai edukasi kepada teman-teman sebayanya.

“Kami berharap Duta Literasi Keuangan benar-benar menjadi penggerak di sekolahnya. Mereka harus mampu menjadi teladan dalam menabung dan mengelola keuangan, sekaligus mengajak teman sebaya untuk semakin cerdas menggunakan produk keuangan dan terhindar dari berbagai risiko keuangan,” ujarnya.

Penguatan edukasi juga dilakukan secara langsung ke sekolah-sekolah. Pada kesempatan tersebut, OJK Tasikmalaya melepas mobil SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan) bersama sembilan mobil edukasi/kas keliling perbankan di wilayah Priangan Timur.

Armada tersebut akan bergerak menuju sekolah binaan masing-masing untuk memberikan edukasi sekaligus mendekatkan akses layanan keuangan kepada pelajar.

Secara serentak, kegiatan edukasi juga melibatkan 29 industri jasa keuangan bank dan nonbank di wilayah Priangan Timur. Program tersebut menyasar 44 sekolah dari jenjang SD, SMP hingga SMA/sederajat dengan jumlah peserta lebih dari 4.000 siswa.

Ketua FKIJK Priangan Timur Fina Petrina Ahmad mengatakan industri jasa keuangan memiliki komitmen untuk terus memperluas akses dan edukasi keuangan bagi generasi muda.

“Bagi kami, peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami ingin kehadiran industri jasa keuangan memberikan manfaat nyata, tidak hanya dengan membuka akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga membangun pemahaman dan kebiasaan keuangan yang sehat sejak usia sekolah,” ujar Fina.

Menurutnya, kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan, pemerintah daerah dan satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat di kalangan pelajar.

Puncak HIM dan BLK 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, pimpinan dan perwakilan lembaga jasa keuangan perbankan dan nonbank, serta para guru pendamping Duta Literasi Keuangan.

Dengan capaian puluhan ribu pelajar yang telah memperoleh edukasi dan memiliki rekening tabungan, OJK Tasikmalaya berharap gerakan literasi keuangan dapat berkembang menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan generasi muda.
Target akhirnya bukan sekadar semakin banyak pelajar yang memiliki rekening, tetapi lahirnya generasi yang mampu mengelola uang secara bijak, mandiri, memahami risiko keuangan, dan memiliki kesiapan finansial untuk menghadapi masa depan.***

Exit mobile version