Site icon Pewarta ID

Pemain Muda Pamarican Tembus Elite Pro Academy Persib, Siap Berlaga di Malaysia

Image of Pemain muda pamarican tembus elite pro academy persib, siap berlaga di malaysia1

Muhammad Fauzan Adima, siswa kelas 9C SMPN 1 Pamarican, saat tampil dalam sebuah pertandingan sepak bola. Remaja asal Dusun Mekarsari, Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis ini berhasil terpilih memperkuat Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-17 dan akan berlaga di kejuaraan Milo Cup JSA Selangor, Malaysia, 28 Mei–2 Juni 2026.

CIAMIS, Pewarta.id – Talenta muda sepak bola asal Kabupaten Ciamis kembali mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas. Muhammad Fauzan Adima, siswa kelas 9C SMPN 1 Pamarican, berhasil terpilih memperkuat skuad Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-17 untuk mengikuti kompetisi internasional JSA Selangor di Malaysia dalam ajang kejuaraan Milo Cup, Selasa (12/05/2026).

Turnamen bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 28 Mei hingga 2 Juni 2026. Sebelum bertolak ke Malaysia, Fauzan terlebih dahulu akan menjalani masa persiapan bersama tim EPA Persib Bandung di Kota Kembang.

Pencapaian ini bukan hal yang datang tiba-tiba. Fauzan dikenal sebagai pemain muda yang gigih mengasah kemampuannya meski tumbuh di lingkungan pedesaan yang jauh dari pusat pembinaan sepak bola profesional. Kini kerja kerasnya terbayar lunas dengan kepercayaan yang diberikan oleh salah satu klub sepak bola paling bersejarah di Indonesia.

Saat ditemui di lingkungan SMPN 1 Pamarican, Fauzan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan langka yang ia dapatkan. Ia menegaskan kesiapannya untuk bersaing di level lebih tinggi tanpa rasa gentar, meski sadar dirinya berasal dari kampung yang jauh dari hiruk pikuk dunia sepak bola nasional.

“Alhamdulillah, meskipun saya terlahir di pelosok desa, insyaallah saya siap untuk berkompetisi dan membawa harum nama kampung halaman. Terima kasih juga untuk pihak sekolah yang telah memberikan dukungan penuh kepada saya,” ujar Fauzan.

Kebanggaan atas prestasi Fauzan tidak hanya dirasakan oleh sang pemain. Kepala SMPN 1 Pamarican, Wawan Riswandi, secara resmi melepas siswanya tersebut dengan penuh harapan. Menurutnya, capaian Fauzan bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan kebanggaan bagi sekolah dan seluruh masyarakat Pamarican.

“Kami sangat bangga memiliki siswa dengan talenta atlet yang mampu membanggakan sekolah dan daerah. Kami selalu memberikan support penuh kepada ananda Muhammad Fauzan, semoga di ajang JSA nanti bisa meraih juara. Tentunya, ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi yang lain,” ujar Wawan saat prosesi pelepasan berlangsung.

Wawan juga menyebut bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk terus mendukung siswa-siswanya yang memiliki bakat di bidang olahraga, sebagai bagian dari pembinaan holistik yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik semata.

Rasa haru juga terpancar dari sosok sang ayah, Supriatna, yang sehari-harinya bertugas sebagai Kepala Dusun Mekarsari, Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican. Sebagai orang tua, ia mengaku tidak menyangka kegigihan anaknya bisa mengantarkannya sejauh ini.

“Alhamdulillah, berkat semangatnya yang tinggi, anak saya sekarang bisa meraih cita-citanya sebagai pesepak bola. Mudah-mudahan mendapatkan hasil yang memuaskan dan bisa membawa harum nama Kabupaten Ciamis,” ungkap Supriatna dengan penuh keharuan.

Keberhasilan Fauzan menembus jajaran EPA Persib Bandung menambah daftar panjang nama-nama dari Pamarican yang mampu bersaing di pentas sepak bola yang lebih kompetitif. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa bakat tidak mengenal batas geografis, dan bahwa pembinaan yang tepat di tingkat akar rumput mampu melahirkan generasi pesepak bola handal dari daerah mana pun.

Elite Pro Academy sendiri merupakan akademi resmi Persib Bandung yang menjadi tempat pembibitan pemain muda berbakat dari berbagai penjuru Jawa Barat. Lolos ke dalam sistem pembinaan EPA adalah pencapaian yang tidak mudah, mengingat ketatnya seleksi dan tingginya standar yang diterapkan oleh manajemen Maung Bandung.

Dengan doa dan dukungan dari keluarga, sekolah, serta masyarakat Pamarican, Muhammad Fauzan Adima kini melangkah ke panggung internasional dengan penuh keyakinan. Semua mata tertuju ke Malaysia, berharap nama Ciamis kembali berkibar di pentas sepak bola Asia Tenggara.

Facebook Comments Box
Exit mobile version