Site icon Pewarta ID

Warga Dusun Sarabaya Bantarsari Gotong Royong Bersihkan Bahu Jalan Desa

Image of Whatsapp image 2026 08 01 at 09.04.07

CIAMIS, Pewarta.id – Pemerintah Desa Bantarsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, bersama warga Dusun Sarabaya menggelar kegiatan gotong royong bertajuk “Gebyar Sabar” pada Sabtu (01/08/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan bahu jalan desa yang menghubungkan Desa Bantarsari dengan Desa Ciparay dan Desa Sukajaya.

Kegiatan bersih-bersih tersebut digelar untuk menjaga kebersihan lingkungan, memperlancar saluran air, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang melintas di ruas jalan desa tersebut. Sampah, rumput liar, dan berbagai material yang mengganggu pandangan dibersihkan secara bersama-sama di sepanjang bahu jalan.

Kegiatan yang melibatkan perangkat desa, pemuda, dan masyarakat setempat itu berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Warga tampak antusias bergotong royong sejak pagi hingga kegiatan bersih-bersih rampung di sepanjang ruas jalan desa tersebut.

Kepala Desa Bantarsari melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Ruhimat mengapresiasi partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan program rutin yang telah berjalan di Dusun Surabaya.

“Kegiatan bersih-bersih ini adalah wujud nyata gotong royong yang masih hidup di Desa Bantarsari, khususnya di Dusun Surabaya. Ini adalah program rutin yang diberi nama Sabar, Sabtu Bararesih,” ujar Ruhimat.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata tidak hanya membuat desa nyaman untuk ditinggali, tetapi juga berdampak pada keselamatan pengguna jalan.

“Saya berterima kasih kepada seluruh warga yang sudah meluangkan waktu dan tenaga. Lingkungan yang bersih dan tertata tidak hanya membuat desa kita nyaman, tapi juga mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” kata Ruhimat.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat memotivasi dusun-dusun lain di Desa Bantarsari agar budaya peduli lingkungan terus terjaga. Pemerintah desa, lanjutnya, berkomitmen memfasilitasi sarana dan koordinasi untuk mendukung kerja bakti masyarakat ke depannya.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Dusun Surabaya, Ade Mustofa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Sabtu. Program yang disingkat Sabar atau Sabtu Bararesih itu sudah menjadi kebiasaan warga Dusun Surabaya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Di Surabaya ini kegiatan rutin dilaksanakan setiap Sabtu, beberesih yang disingkat dengan Sabar, Sabtu Bararesih. Untuk hari ini ada door prize sebagai penyemangat dan makan nasi liwet bersama untuk mendekatkan silaturahmi antarwarga masyarakat Dusun Surabaya,” kata Ade.

Ade menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah menata lingkungan supaya bersih, indah, dan rindang, sehingga enak dipandang. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi dusun-dusun lain di sekitarnya. Kegiatan gotong royong kali ini diikuti oleh tiga RW, yakni RW 06, RW 07, dan RW 08.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan semata-mata digelar untuk menyambut bulan Agustus, melainkan sudah menjadi agenda rutin mingguan warga Dusun Surabaya. Biasanya, pembagian tugas bersih-bersih dilakukan per RW di lokasi masing-masing. Namun, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-17 Agustus, kegiatan kali ini digabungkan agar kekompakan warga lebih terlihat.

“Kebetulan kalau di sini biasanya per RW sudah dibagi tugas, per lokasi. Namun sekarang, dikarenakan menyambut 17 Agustus, makanya sekarang bersihnya digabung. Biasanya masing-masing RW, tapi sekarang supaya lebih kelihatan kekompakannya di Dusun Surabaya, digabung antara RW 06, RW 07, dan RW 08,” ujarnya.

Ade berharap, ke depannya warga Dusun Surabaya dapat terus maju meskipun secara geografis berada di wilayah pinggiran atau perbatasan. Ia berharap lingkungan dusun semakin indah dan pola pikir warga semakin maju dalam memandang masa depan.

“Harapan ke depannya, mudah-mudahan di Dusun Surabaya, walaupun di jolok atau di perbatasan, tapi harapannya semua warga bisa lebih maju, lebih indah lingkungannya, dan pola pikirnya lebih maju untuk memandang ke depan,” pungkasnya.

Kegiatan Gebyar Sabar di Dusun Surabaya ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana budaya gotong royong warga desa masih terus dijaga di tengah kesibukan sehari-hari. Adanya door prize dan makan nasi liwet bersama sepulang kerja bakti turut menambah keakraban warga, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga tiga RW menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Exit mobile version