Site icon Pewarta ID

Lahan LT2 Kwarran Jatinagara di Sabilurrosyad Mulai Dipetakan, Luasnya Tembus 1,5 Hektare

Image of Whatsapp image 2026 08 21 at 13.34.14

Kawasan Lembaga Pendidikan Sabilurrosyad yang sebelumnya dipenuhi semak dan pepohonan liar kini berangsur tertata. Pembersihan gulma pada Kamis (20/08/2026)

CIAMIS, Pewarta.id – Persiapan lahan untuk pelaksanaan Lomba Tingkat II (LT2) Kwartir Ranting (Kwarran) Jatinagara memasuki tahapan baru. Jumat (21/08/2026), tim gabungan pembina pramuka se-Kwarran Jatinagara bersama pengurus Yayasan Pendidikan Sabilurrosyad mulai memetakan kawasan lahan perkemahan berdasarkan nomor titik, menyusul kegiatan bersih-bersih lahan yang telah dirampungkan sehari sebelumnya.

Kawasan Lembaga Pendidikan Sabilurrosyad yang sebelumnya dipenuhi semak dan pepohonan liar kini berangsur tertata. Pembersihan gulma pada Kamis (20/08/2026) menjadi modal awal sebelum tim melanjutkan dengan pemasangan garis pembatas serta penanda nomor pada tiap titik lahan yang telah ditentukan dalam denah panitia.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah petugas memasang patok dan tali pembatas berwarna merah untuk menegaskan batas setiap area sesuai denah yang telah disepakati dalam rapat koordinasi sebelumnya. Proses pemasangan dilakukan bertahap dan cermat, mengingat setiap zona—mulai dari titik pendirian tenda peserta hingga jalur evakuasi darurat—harus terpetakan secara akurat agar tidak menimbulkan kendala saat perkemahan berlangsung.

Humas Yayasan Pendidikan Sabilurrosyad, Arif Budiman, menyampaikan bahwa proses pengukuran yang berjalan hari ini menunjukkan luas lahan yang disiapkan untuk perkemahan LT2 mencapai 1,5 hektare. Pemetaan berdasarkan nomor titik ini disebutnya sebagai tahapan penting sebelum panitia menentukan tata letak fasilitas perkemahan secara menyeluruh, ujar Arif, Jumat (21/08/2026).

Petugas dan pembina pramuka memasang patok penanda di lahan persiapan LT2 kawasan Lembaga Pendidikan Sabilurrosyad, Jumat (21/08/2026). Pemetaan berdasarkan nomor titik ini menjadi acuan penempatan tenda dan jalur upacara peserta.

Ia menambahkan, hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi acuan utama bagi panitia dalam menentukan penempatan tenda peserta, jalur upacara, serta berbagai fasilitas pendukung lain selama pelaksanaan LT2. Kegiatan kepramukaan ini rencananya digelar pada 15–17 September 2026 mendatang.

Kekompakan lintas sekolah di lingkungan Kwarran Jatinagara turut terlihat dalam proses persiapan ini. Para pembina pramuka dari berbagai sekolah bahu-membahu bersama tim yayasan menuntaskan setiap titik pemetaan, mulai dari pagi hingga sore hari. Kerja sama semacam ini dinilai penting mengingat luasnya area yang harus dipersiapkan dalam waktu yang relatif terbatas menjelang pelaksanaan LT2.

Selain pemetaan zona tenda dan jalur evakuasi, panitia disebut tengah menyiapkan kebutuhan pendukung lain seperti akses jalan masuk kendaraan, titik kumpul peserta, hingga area untuk kegiatan penunjang perlombaan. Seluruh kebutuhan tersebut disesuaikan dengan luas lahan 1,5 hektare yang telah dipetakan, agar penempatan setiap fasilitas dapat berjalan proporsional dan tidak saling berhimpitan satu sama lain.

Lomba Tingkat II sendiri merupakan ajang kepramukaan yang mempertemukan regu-regu terbaik dari gugus depan se-Kwarran Jatinagara untuk berkompetisi dalam berbagai materi kepramukaan, mulai dari keterampilan baris-berbaris, tali-temali, hingga wawasan kebangsaan. Pemilihan kawasan Lembaga Pendidikan Sabilurrosyad sebagai lokasi perkemahan dinilai strategis karena memiliki akses memadai serta lahan cukup luas untuk menampung ratusan peserta dari berbagai sekolah se-kecamatan.

Dengan tahapan pemetaan yang mulai berjalan, panitia menargetkan proses persiapan lahan dapat rampung jauh sebelum hari pelaksanaan, sehingga waktu yang tersisa bisa dimanfaatkan untuk persiapan teknis lain seperti pemasangan tenda utama, dekorasi lokasi, hingga uji coba jalur kegiatan bagi peserta dan panitia.

Masyarakat sekitar serta wali santri diharapkan turut mendukung kelancaran rangkaian persiapan LT2 Kwarran Jatinagara ini, mengingat kegiatan tersebut melibatkan banyak pihak dan membutuhkan waktu persiapan yang tidak singkat. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses menuju pelaksanaan LT2 yang aman, tertib, dan penuh kesan bagi seluruh peserta.

Exit mobile version