Pewarta.ID – Upaya untuk mengurangi limbah sagu aren yang berlimpah di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, diinisiasi oleh Program Studi Magister Peternakan Universitas Islam Malang (Unisma) melalui program “Calon Magister Mengabdi kepada Masyarakat”. Dalam rangka kegiatan ini, Ketua Kegiatan Heru Budi Wibowo memimpin sebuah penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2024, di Unit Pembuatan Pupuk Organik (UPPO) Cidewa.
Kegiatan tersebut memberikan materi mengenai inovasi berkelanjutan dengan fokus pada pembuatan pakan ternak dari limbah sagu aren yang dipadukan dengan jamur Aspergillus niger. Kegiatan ini ditujukan kepada Kelompok Tani Balebat II di Dusun Cidewa, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis.
Dalam penyuluhan ini, Heru Budi Wibowo menjelaskan pentingnya pengolahan limbah sagu aren melalui fermentasi sederhana. Proses ini bertujuan untuk menghasilkan campuran pakan ternak yang berkualitas dengan memanfaatkan limbah yang selama ini dinilai tidak terpakai.
Heru mengungkapkan harapannya agar anggota kelompok tani tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan pakan, mulai dari pemilahan limbah hingga fermentasi dan penyimpanannya. Setelah proses ini dilakukan, limbah sagu aren yang telah difermentasi diharapkan siap digunakan sebagai campuran dalam pakan ternak.
Kondisi limbah sagu aren di Kecamatan Cijeungjing menjadi sorotan utama Heru. Menurutnya, kawasan ini dikenal memiliki sejumlah pabrik pengolahan tepung aren, namun pengelolaan limbah yang dihasilkan dari proses tersebut belum dioptimalkan.
“Data statistik menunjukkan bahwa Kecamatan Cijeungjing merupakan pusat pengolahan tepung aren, tetapi potensi limbahnya belum dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya. Dengan pelatihan ini, diharapkan limbah sagu aren yang melimpah dapat bernilai ekonomi dan berguna bagi peningkatan produktivitas peternakan di kawasan tersebut.
Sebelum melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat, Heru dan timnya telah melakukan penelitian mengenai efektivitas limbah sagu aren yang difermentasi sebagai bahan campuran pakan ternak.
Penelitian tersebut dilakukan di UPTD BPPIB Ternak Sapi Potong Provinsi Jawa Barat yang terletak di Dusun Kidul, Desa Cijeungjing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran pakan yang mengandung 15 persen limbah sagu aren dapat memberikan hasil performa yang optimal bagi sapi pasundan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong kewirausahaan berkelanjutan di kalangan petani. Dengan pemberian pengetahuan dan keterampilan, diharapkan masyarakat setempat dapat menciptakan peluang usaha baru melalui pengelolaan limbah. Pengelolaan limbah dengan cara yang inovatif dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi peternak, sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan mengurangi limbah yang terbuang sia-sia.
Kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya lokal menjadi nilai tambah dalam pembangunan berkelanjutan di wilayah ini. Selain itu, program ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diversifikasi pakan untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak mereka.
Dengan memanfaatkan limbah sagu aren, petani dapat menghasilkan pakan ternak yang berkualitas, yang diharapkan bisa mengurangi ketergantungan mereka terhadap pakan komersial yang mungkin lebih mahal.
Implementasi dari pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun kerjasama antara akademisi, petani, dan pemerintah lokal untuk menciptakan solusi yang saling menguntungkan.
Diharapkan kegiatan seperti ini akan menjadi model untuk program-program pemberdayaan masyarakat lainnya, khususnya di daerah yang memiliki masalah serupa dalam pengelolaan limbah.
Kegiatan penyuluhan yang dilakukan di UPPO Cidewa ini menjadi langkah awal yang positif untuk berkontribusi pada perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan memberikan pelatihan yang relevan dan aplikatif, diharapkan dapat tercipta siklus perekonomian yang berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.
Program ini menunjukkan komitmen Universitas Islam Malang untuk memberikan dampak positif melalui pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan visi pendidikan yang berorientasi pada pengembangan masyarakat dan lingkungan.
Kegiatan ini merupakan contoh nyata dari sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat dalam upaya memberdayakan masyarakat lokal, menggali potensi yang ada, dan mengurangi masalah limbah yang selama ini belum terkelola dengan baik.
Keberhasilan program ini akan sangat tergantung pada partisipasi aktif dari kelompok tani dan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak terkait. Dengan demikian, diharapkan program ini tidak hanya berhasil dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di Kecamatan Cijeungjing.

