CIAMIS, pewarta.id – Adang Suhendar, S.H. Ketua Terpilih Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 16 Kabupaten Ciamis masa bakti 2025-2029 menyatakan, dirinya akan prioritaskan beberapa program kerja RAPI Pusat, Maupun RAPI Daerah, jangka pendek yakni tertib administrasi diantaranta terkait keuangan, struktur organisasi dan perangkat, juga konsolidasi internal organisasi dengan mempererat hubungan antara pengurus wilayah dengan pengurus lokal dan anggota.
Adang juga menegaskan, pihaknya akan mendalami secara khusus terkait pengembangan untuk kepengurusan lokal, yaitu pembentukan kepengurusan Lokal yang ada di Wilayah Kabupaten Ciamis dimana saat ini baru mencapai 12 lokal dari 27 Kecamatan, artinya ada 15 lagi yang memungkinkan sesuai AD/ART RAPI bisa menjadi Lokal mandiri, bukan gabungan dari beberapa kecamatan.
“Prioritas lainnya, dan telah menjadi agenda utama dalam waktu dekat adalah sowan /audiensi untuk koordinasi dan konsolidasi eksternal ke lembaga, instansi pemerintahan/ Polri/ TNI yang ada di Ciamis”, ungkap Adang Suhendar Sabtu, 19/04/25.
Ia merinci diantaranya telah agendakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam hal ini Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo). Untuk diketahui, Adang Suhendar Callsign (JZ 10. CIV) dari lokal 7 dengan perolehan 8 suara, sedangkan Haiz Azka (JZ 10 COH) dari lokal 8 yang mengantongi 3 suara saat Musyawarah Wilayah ke-16 Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 13 Kabupaten Ciamis, di ruang Tumenggung Wiradikusumah Gedung DPRD Ciamis, Sabtu (19/04/2025).
Terkait pernyataan Adang mengenai konsolidadi eksternal dengan Lembaga atau Instansi, hal itu gayung bersambut dengan pernyataan H. Tino Armyanto Lukman Selamat, S.T., M.Si. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis.
H. Tino Armyanto dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kiprah RAPI sebagai organisasi komunikasi yang turut berperan aktif dalam penyebaran informasi, terutama dalam penanggulangan bencana alam dan sosial.
“RAPI telah menunjukkan komitmennya dalam membantu pemerintah dan masyarakat. Kami percaya RAPI akan terus menjadi mitra yang handal dalam menyampaikan informasi penting kepada masyarakat,” ujarnya.
H. Tino juga menekankan pentingnya momentum Muswil dan Bimbingan Organisasi ini untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas anggota RAPI. Dalam kesempatan yang sama, ia memperkenalkan layanan kedaruratan Call Centre 112 milik.
Pemerintah Kabupaten Ciamis dan berharap RAPI dapat bersinergi dengan layanan tersebut demi mempercepat respons informasi dan bantuan kepada masyarakat.
“Semoga melalui kegiatan ini, RAPI semakin solid, efektif, dan terus berkontribusi dalam menjaga keselamatan serta kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Sebelumnya Musyawarah Wilayah (Muswil) dengan mengusung tema “Dengan Sinergitas RAPI, Kita Wujudkan Kemandirian, Kebersamaan, Sosial yang Beradab dan Berbudaya.” yang dilaksanakan di ruang Tumenggung Wiradikusumah Gedung DPRD Ciamis, Sabtu (19/04/2025).
Ketua RAPI Wilayah 16 Ciamis Periode 2021-2025, Abing Rubiana, dalam laporannya menyebutkan bahwa saat ini jumlah anggota RAPI di Ciamis telah mencapai 560 orang yang tersebar di setiap kecamatan. Ia juga berharap agar ke depannya perangkat desa dapat turut bergabung dalam keanggotaan RAPI demi mempercepat koordinasi dan penyebaran informasi penting di tingkat desa.
Abing mengakui, selama dirinya menjadi ketua, bersama dengan pengurusan RAPI di Ciamis banyak rintangan dan dinamika dalam menjaga marwah oragnisasi, namun semuanya dapat berjalan dengan baik. Karenanya, ia berharap dengan tidak ikut serta lagi dalam pencalonan , bisa ada regenerasi yang dapat melanjutkan dan lebih maju lagi RAPI di Ciamis.
Sementara Ketua RAPI 10 Jabar, Yaya Dachyarna, SE berharap, ketua terpilih dan kepengurusan baru, harus dapat merangkul semua potensi anggota RAPI. Sehingga, selanjutnya kompak dapat berkoordinasi dengan Pemda Sumedang termasuk dengan unsur lain, seperti dengan TNI (Kodim), Polri (Polres), dan SKPD/ OPD di Kabupaten Sumedang.
Secara khusus Yaya juga menyebut. Kehadirannya secara langsung di lokasi acara selain mekanisme organisasi, juga menyemangati anggota-nya dalam selenggarakan perhelatan seperti musyawarah.
“Saya datang tak hanya formalitas sebagai Ketua Daerah. Ini benar- benar sebuah konsolidasi organisasi, secara formal dan informal. Bahkan jika perlu, semu tingakatan kepengurusan, kami dari jajaran Pengurus Daerah bisa hadir, untuk memastikan, roda organisasi terus bergerak, dinamis dan sesuai yang diharapkan,” tegas Yaya ***

