GARUT, pewarta.id – Sebanyak 13 orang meninggal dunia dalam insiden ledakan amunisi kadaluarsa di Cibalong, Garut. Dari jumlah tersebut, sembilan korban telah berhasil diidentifikasi. Hingga Selasa dini hari, tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) telah mengonfirmasi identitas dari empat anggota TNI dan lima warga sipil.
Menurut Kepala Seksi SIMRS dan Rekam Medis RSUD Pameungpeuk, Yani Sriyani Dahyani, proses identifikasi dilakukan dengan bantuan barang pribadi milik korban yang diserahkan keluarga. Ini untuk mencocokkan data korban dengan informasi pembanding. Salah satu keluarga korban yang hadir di RSUD Pameungpeuk adalah Rizki Abdulah, seorang remaja berusia 18 tahun, yang datang bersama pamannya untuk mencocokkan data almarhum ayahnya, Endang, warga Singajaya.
“iya saya anak dari Bapak Endang warga Singajaya” ungkap Rizki
Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengonfirmasi bahwa 13 orang yang meninggal adalah anggota TNI dan warga sipil akibat ledakan tersebut. Insiden terjadi pada Senin, 12 Mei sekitar pukul setengah sepuluh pagi saat petugas TNI Angkatan Darat memusnahkan amunisi kedaluwarsa di lahan milik BKSDA Garut, lokasi yang biasa digunakan TNI AD untuk pemusnahan amunisi. Ledakan berasal dari bahan peledak milik Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Pusat Peralatan TNI AD (Puspalad). Pihak TNI berkoordinasi dengan aparat setempat untuk mengamankan dan membersihkan lokasi ledakan karena khawatir masih ada bahan peledak lain.
“tim di tempat kejadian masih mengamankan mengsterilkan wilayah sehingga tidak ada prajurit TNI atau Masyarakat Sipil mendekat di tempat kejadian, sampai betul betul wilayah tersebut dinyatakan stril, dan lahan itu memang, rutin di gunakan untuk pemusnahan Amunisi tak layak guna, dimana lahan tersebut milik BKSDA Garut.” paparnya.
TNI AD merilis daftar nama korban, termasuk Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Mayor Cpl Anda Rohanda, Kopda Eri Dwi Priambodo, Pratu Aprio Setiawan. Sedangkan korban warga sipil antara lain Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur, Iyus Ibing bin Inon, Anwar bin Inon, Iyus Rizal bin Saepuloh, Toto, Dadang, Rustiawan, dan Endang. ***

