GARUT, pewarta.id — Ancaman kebakaran hutan, lahan, dan permukiman di Kabupaten Garut yang meningkat pada musim kemarau mendorong perlunya kesiapsiagaan ekstra. Dalam menghadapi potensi bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) menerima dukungan satu unit mobil tangki air dari TNI Angkatan Darat, Senin (3/8/2026).
Bantuan yang diserahkan secara simbolis dalam Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah itu menjadi bagian dari sinergi lintas sektor untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana. Kepala Disdamkarmat Garut, Usep Basuki Eko, menegaskan bahwa tambahan armada ini sangat krusial dalam mempercepat respons darurat.
“Kehadiran unit mobil tangki air akan meningkatkan kapasitas dukungan operasional, terutama di lokasi kebakaran yang jauh dari sumber air maupun kejadian dengan kebutuhan air besar. Ini langkah nyata memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di musim kemarau,” ujar Eko.
Tantangan Luas Wilayah
Kabupaten Garut memiliki wilayah lebih dari 3.000 kilometer persegi dengan 42 kecamatan dan 442 desa/kelurahan. Saat ini, Disdamkarmat mengoperasikan 18 unit kendaraan, namun tiga mobil pemadam masih rusak teknis. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam memenuhi standar waktu tanggap (response time) sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) kebakaran.
Armada dari Denbekang III-44-02 Garut, Korem 062/Tarumanagara, dan Kodim 0611/Garut diharapkan menjadi penguat sistem penanggulangan bencana terpadu. Eko menekankan bahwa kolaborasi dengan TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lain harus terus dikembangkan melalui penguatan sarana, peningkatan kapasitas SDM, hingga latihan bersama menghadapi kondisi darurat.
“Sinergi ini bukan sekadar simbol, melainkan momentum membangun sistem penanggulangan bencana yang berkelanjutan. Perlindungan masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kebakaran dan penyelamatan agar lebih profesional, responsif, dan mampu menjawab tantangan bencana yang terus berkembang.(Slamet Timur).

