Garut, pewarta.id – Menyusul protes dari para orang tua siswa yang anaknya tidak masuk dalan Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 1 dan 2, Kecamatan Garut Kota, akhirnya Dinas Pendidikan Kabupaten Garut memberikan kebijakan khusus kepada dua sekolah rersebut berupa penambahan kuota jumlah murid baru tahun ajaran 2026/2027.
Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi, penambahan jumlah murid baru tersebut khususkan untuk mengakomodir para calon murid yang berdomisili berdekatan dengan lokasi SMPN 1 dan 2, yang tidak masuk dalam SPMB beberapa waktu lalu.
Iwan menjelaskan, untuk penambahan kuota tersebut diberikan pada tahun sekarang saja, khusus untuk SMPN 1 dan 2 Garut, dengan total penambahan rombel menjadi 44 orang.
“Untuk penambahan kuota ini kan kita diberikan itu untuk tahun ini saja, jadi diberikan pengecualian untuk SMPN 1 dan 2 Garut dengan total 44 murid, karena ada berkenaan dengan siswa warga sekitar yang tidak masuk,” ujar Iwan, Senin, 13 Juli 2026.
Iwan menambahkan, tambahan kuota tersebut sifatnya pengecualian bagi SMP 1 dan 2 saja, jika sekolah SMP lain ada yang belum masuk ke negeri atau sekolah yang diinginkan maka disarankan masuk ke sekolah swasta.
“Kalau yang belum masuk ke swasta saja atau sekolah lain jika rombelnya belum terpenuhi mungkin bisa saja dilimpahkan ke sekolah lain yang masih memungkinkan bisa masuk, sekolah negeri bisa,” imbuhnya.
Sebelumnya, atas dugaan terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB), Tahun Ajaran 2026/2027, puluhan orang tua yang anaknya gagal masuk di sekolah negeri di Garut ramai ramai menggeruduk Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, di Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Senin, (6/7/26). Mereka sebagian besar adalah para orang tua yang anaknya tidak diterima di SMPN 1 dan SMPN 2, Kecamatan Garut Kota.
Menurut salah seorang perwakilan orang tua yang anaknya tidak lolos SPMB tahun 2026 waktu itu, Rahmat Saleh, kedatangan mereka dilatarbelakangi keresahan banyak orang tua yang anaknya tidak lolos seleksi, meski berdomisili di sekitar sekolah negeri yang dituju.
Dengan demikian, penambahan kuota murid baru tersebut bisa dikatakan sebagai realisasi hasil negoisiasi antara sejumlah orang tua siswa, komite sekolah setempat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, yang waktu itu berjanji mencari solusi dengan menambahkan kuota murid baru untuk kedua sekolah, SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2, Kecamatan Garut Kota. (Slamet Timur).

