Bandung, Pewarta.id .- Semarakkan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat gelar Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat. Event ini dimaksudkan sebagai ruang bagi anak anak Jawa Barat, untuk berkarya, berpartisipasi, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.
Menurut Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, Festival ini menjadi penegasan bahwa pemenuhan hak anak tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan, tetapi juga dengan memberikan ruang yang aman, inklusif, dan inspiratif bagi anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta karakter.
Peringatan HAN Tahun 2026, kata Siska, merupakan puncak rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya. Sebanyak 1.381 anak berpartisipasi dalam Pasanggiri Biantara Bahasa Sunda, Arab, dan Inggris.
” Selain itu, lebih dari 1.000 anak mengikuti berbagai webinar advokasi dan sosialisasi hak anak melalui program Ngopi Sahabat Goes to School. Kemudian, 774 anak menampilkan kreativitasnya dalam lomba Tari Merak, Pencak Silat, Ngawih Pupuh, dan Pemandu Acara,” papar Siska.
Ditambahkannya, dalam acara tersebut juga dilaksanakan Pengukuhan Forum Anaku Daerah Jawa Barat Periode 2026–2028 serta pembacaan Suara Anak Jawa Barat, yang memuat aspirasi anak kepada pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak, bebas kekerasan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kemeriahan festival semakin terasa melalui penampilan seni budaya khas dari 27 kabupaten/kota serta Grand Final Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat yang menampilkan bakat terbaik anak-anak. Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan prestasi mereka.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada kepentingan terbaik anak. Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat menjadi salah satu bentuk nyata pemberian ruang partisipasi bagi anak sekaligus upaya melestarikan budaya Sunda melalui kreativitas generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Kementerian PPPA RI Bidang Hubungan Kelembagaan, Indra Gunawan, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam memenuhi hak anak serta melindungi mereka dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, hingga perkawinan anak.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, S.A.P. Menurutnya, anak-anak perlu terus diberikan ruang yang aman, menyenangkan, dan inspiratif agar dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif sekaligus mencintai budaya daerah.
“Anak-anak bukan hanya penerus pembangunan, tetapi juga pewaris budaya bangsa. Melalui festival ini kami ingin menghadirkan ruang yang aman, menyenangkan, dan inspiratif agar mereka dapat mengekspresikan bakatnya sekaligus mencintai budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa,” katanya. (Slamet Timur).

