PADALARANG, pewarta.id — Menjelang puncak Peringatan Hari Siaran Daerah (Harsiarda) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar rapat teknis (technical meeting) dan tinjauan lapangan di Lapangan Plaza Mekarsari, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Jumat (9/10/2026).
Pemeriksaan kesiapan acara dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum (Asda III) Setda KBB, Rini Sartika. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh infrastruktur, alur acara, hingga pembagian tugas penanggung jawab lapangan berjalan optimal menjelang hari pelaksanaan.
“Hasil pertemuan hari ini kita mengecek langsung kesiapan sarana, prasarana, personel, dan dukungan lainnya di lapangan. Langkah ini penting agar besok setiap penanggung jawab punya kejelasan pembagian tugas. Dinamika persiapan luar biasa, dan besok kami juga menggelar Gerakan Pangan Murah atau ‘Gerakan Gapura’ sebagai bentuk keberpihakan nyata pemerintah kepada masyarakat,” kata Rini.
Momentum Kebangkitan Televisi dan Radio di Era Digital
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfosantik) KBB, Rony Rudyana, menekankan bahwa peringatan Harsiarda 2026 harus menjadi pemantik (trigger) bagi kebangkitan media arus utama (mainstream). Menurutnya, media konvensional seperti radio dan televisi tidak boleh berbenturan dengan media sosial, melainkan wajib beradaptasi melalui konvergensi digital.
“Tantangan hari ini adalah bagaimana radio dan televisi tetap menarik melalui segmentasi konten yang tepat dan kemudahan akses kapan saja lewat gawai. Media konvensional tetap punya tempat tersendiri di hati masyarakat, tetapi inovasi berbasis digital wajib dijalankan agar tidak ditinggalkan generasi muda,” ujar Rony.
Rangkaian Acara Puncak: Dari Studio Mini hingga Layanan Kesehatan
Puncak peringatan Harsiarda Jabar 2026 dipusatkan di Plaza Mekarsari KBB pada Sabtu (10/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Acara ini diprediksi bakal menyedot antusiasme ribuan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat bersama, lomba mewarnai anak, hingga penganugerahan Jaraswara Penyiaran (Piala Ketua KPID Jawa Barat). Selain itu, panitia menyiagakan beragam aksi bakti sosial kesehatan, termasuk pemeriksaan gigi dan mulut dari RSGM Unjani, konsultasi kesehatan mental bersama HIMPSI, serta donor darah PMI yang didukung mobilisasi massa dari Kecamatan Ngamprah, Padalarang, dan Cisarua.
Daya tarik utama dalam ajang ini adalah hadirnya deretan unit Outside Broadcast Van (OB Van) beberapa radio se-Bandung Raya beserta kru dan penyiarnya. PRSSNI Jawa Barat bahkan menyediakan tenda studio mini interaktif bagi masyarakat yang ingin merasakan sensasi menjadi penyiar atau pembaca berita radio secara langsung. Kemeriahan semakin lengkap dengan tersedianya arena Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan kebutuhan pokok berharga terjangkau bagi warga. (AST)


