BANDUNG BARAT, pewarta.id — Dampak musim kemarau panjang terus meluas dan memperparah krisis air bersih di Kabupaten Bandung Barat. Hingga pertengahan Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mencatat sebanyak 11 kecamatan dan 34 desa telah terdampak kekeringan hebat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Yoga Ali Imbran, membeberkan rekapitulasi data penanganan darurat kekeringan pada Rabu (14/10/2026). Terhitung hingga Selasa (13/10/2026) pukul 12.00 WIB, tim satgas BPBD telah menyalurkan total 1.015.000 liter air bersih guna menopang kebutuhan harian 59.133 jiwa penerima manfaat (16.075 Kepala Keluarga) yang tersebar di hampir 200 titik distribusi.
Akar Masalah: Kemarau Panjang hingga Ketiadaan Jalur PDAM
“Berdasarkan pengawasan dan laporan evaluasi dari 34 desa terdampak, penyebab utama krisis air bersih ini tergolong seragam. Fenomena kemarau panjang yang melanda wilayah Bandung Barat membuat sumber-sumber air permukaan maupun sumur warga mengering total tanpa ada alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan,” ungkap Yoga, Rabu (14/10/2026).
Kondisi tersebut diperparah oleh belum meratanya jangkauan jaringan pipa air minum resmi atau PDAM ke permukiman warga. Akibatnya, ribuan rumah tangga bergantung sepenuhnya pada pasokan darurat armada tangki air yang dikirimkan oleh pemerintah daerah.
Langkah dropping air bersih maraton ini sebenarnya telah berlangsung sejak Juli 2026 silam. Kecamatan Cipatat menjadi salah satu lokasi awal distribusi pada 10 Juli 2026, di mana 5.000 liter air disalurkan untuk 95 kepala keluarga (200 jiwa) di Kampung Bulan-Bulan, Desa Citatah.
Tiga hari berselang, pada 13 Juli 2026, dropping bergeser ke Kecamatan Cikalongwetan, menyasar 75 kepala keluarga (250 jiwa) di Kampung Balebuang dan Kampung Pasir Angsana, Desa Cipada. Penyaluran air bersih berlanjut pada 18 Juli 2026 ke Perumahan Bukit Mas Asri di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah yang dihuni 35 kepala keluarga, serta Kampung Cibeber Hilir di Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar yang menampung 259 kepala keluarga (650 jiwa).
Dropping Terus Berlanjut ke 11 Kecamatan
Pasokan air bersih dari BPBD terus mengalir secara bertahap hingga memasuki bulan Oktober. Wilayah penanganan meluas mencakup Kecamatan Cipatat, Cikalongwetan, Ngamprah, Batujajar, Gunung Masigit, serta enam kecamatan lainnya yang terdata dalam rekapitulasi penanganan kebencanaan.
Dalam setiap tahap pengiriman, armada truk tangki BPBD menyalurkan sekitar 4.000 hingga 5.000 liter air bersih per rit pengangkutan. Proses distribusi di lapangan dikawal ketat melalui koordinasi intensif bersama aparat desa dan kecamatan setempat guna memastikan bantuan air murni tersebut tepat sasaran dan langsung diterima oleh warga yang membutuhkan.
Yoga Ali Imbran menegaskan bahwa pihak BPBD Kabupaten Bandung Barat akan terus bersiap dan melakukan pengiriman air bersih secara intensif selama musim kemarau belum berakhir, sembari mendokumentasikan setiap kebutuhan logistik air warga di seluruh wilayah terdampak. (GPWK)


