SINGAPARNA, pewarta.id — Di tengah kondisi geografis Kabupaten Tasikmalaya yang luas dan berbukit, layanan sinyal seluler belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah. Di kawasan tanpa sinyal (blank spot) tersebut, saluran komunikasi radio antar-penduduk menjadi sarana penting untuk penyampaian informasi dan koordinasi darurat. Di tengah kebutuhan pembenahan organisasi inilah, Ruri Suwandri (JZ10CFE) resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 21 Kabupaten Tasikmalaya.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I RAPI Wilayah 21 yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Sabtu (3/10/2026). Terpilihnya Ruri menandai dimulainya kepengurusan definitif sekaligus pemisahan administrasi RAPI Kabupaten Tasikmalaya dari Wilayah Kota Tasikmalaya pascapemekaran.
Pascapelantikan, Ruri Suwandri menegaskan kesiapannya untuk melakukan penataan internal. Menakhodai wilayah yang baru berdiri mandiri, Ruri menempatkan konsolidasi organisasi dan penguatan kemitraan eksternal sebagai fokus awal kepemimpinannya.
“Alhamdulillah saya sudah terpilih secara aklamasi dan dilantik pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Insyaallah saya siap mengemban amanah untuk memajukan RAPI di Kabupaten Tasikmalaya Wilayah 21 agar makin solid dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ruri.
Sebagai langkah awal, Ruri berfokus pada pembaruan struktur pengurus wilayah agar kerja sama internal berjalan lebih efektif. Selain pembenahan dari dalam, Ruri merencanakan kunjungan kerja ke sejumlah instansi kunci, seperti Bupati Tasikmalaya, Kapolres, hingga pimpinan DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk memperkenalkan keberadaan RAPI Wilayah 21 yang kini telah mandiri.
Langkah penataan ini didasari oleh luasnya wilayah operasional Kabupaten Tasikmalaya yang mencakup 39 kecamatan. Selain jarak antardaerah yang berjauhan, Ruri juga mendata kebutuhan operasional mendasar, seperti kelengkapan atribut anggota dan penyediaan sarana sekretariat kantor.
Guna memastikan keterjangkauan komunikasi di lapangan, Ruri merancang penataan struktur tingkat lokal. Saat ini, dari empat lokal yang terdaftar, baru Lokal 2, Lokal 3, dan Lokal 8 yang aktif, sementara Lokal 1 sempat vakum. Kepengurusan Lokal 1 kini disiapkan untuk dibentuk kembali. Selain itu, RAPI Wilayah 21 menyiapkan rencana pemekaran di kawasan Tasikmalaya Utara, Tasikmalaya Selatan, serta Tasikmalaya Timur yang mencakup wilayah Cineam dan Manonjaya. Dalam satu tahun pertama, kepengurusan baru menargetkan penguatan di lima lokal aktif.
Langkah kepengurusan baru ini mendapat perhatian dari para senior dan pengurus RAPI Daerah Jawa Barat. Mengingat Kabupaten Tasikmalaya memiliki banyak titik rawan bencana, keberadaan RAPI Wilayah 21 dinilai strategis untuk mendukung tugas kemanusiaan dan mitigasi bencana daerah. Meski demikian, jajaran pengurus baru diharapkan dapat membuktikan legalitas organisasi tersebut melalui kinerja nyata di lapangan.
Dengan terbentuknya kepengurusan definitif di bawah kepemimpinan Ruri Suwandri, RAPI Wilayah 21 Kabupaten Tasikmalaya diharapkan dapat memperkuat koordinasi komunikasi, mendukung kesiapsiagaan bencana, serta menjadi mitra informasi yang dapat diandalkan bagi pemerintah daerah dan masyarakat. (AST_GPWK)






