PANGALENGAN KAB.BANDUNG, pewarta.id – Menyusul sukses digelarnya Musyawarah IX Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 22 Kabupaten Bandung awal Januari lalu, kepengurusan periode 2025 – 2029 dikukuhkan.
Pengukuhan dan pelantikan kepengurusan dibawah kepempimpinan Ketua Agus Suherman S.IP, M.M (JZ10JAK) itu, digelar di kawasan Cikijang Camping Ground Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Minggu 19/01/25.
Agus Suherman atau Agus ‘Abow’ Mantan Kepala Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan yang juga pemilik Camping Ground di kawasan kebun teh itu sebelumnya memang menyampaikan usai dirinya terpilih sebagai ketua, akan segera melengkapi unsur kepengurusan sehingga RAPI Kabupaten bandung, akan bisa maksimal menjalankan roda organisasi.
Usai pengukuhan kepengurusan, Agus kembali menandaskan bahwa pada 100 hari kerja sejak dirinya terpilih, akan menginventarisasi program kerja kepengurusan sebelumnya yang belum terealisasi serta menyempurnakannya pada masa kepemimpinannya, serta lakukan konsolidasi internal organisasi.
“Ya betul, konsolidadi internal kepengurusan diantaranya dengan melengkapi job diskripsi masing – masing bidang, sehingga arah kerjanya sesuai dengan program. Termasuk saya akan lakukan pembenahan kepengurusan lokal dari lokal 1 hingga 14,” terang Agus.
Selanjutnya, ia juga paparkan, program kerja yang nantinya lakukan adalah berbagai pelatihan untuk Petugas Net Control Station (NCS), termasuk pelatihan lain terkait pengingkatan kapasitas mitigasi kebencanaan bekerjasama dengan stagholder terkait/ pemangku kepentingan.
Sementara Ketua RAPI 10 Jabar Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY) dalam sambutan acara memaparkan, pengurus dan anggota RAPI harus tetap kompak, solid, dan selalu belajar baik dari sisi perkembangan tehnologi, keadministriasian, serta regulasi terkait.
“Saya juga sampaikan langsung kepada Ketua Wilyah agar segera koordinasi dengan unsur pimpinan pemerintah Kabupaten Bandung (TNI/Polri), guna mengenalkan RAPI serta kepengurusan. Termasuk diantaranya dengan pemangku kebijakan terkait,” ungkap Yaya.
Dirinya juga ingatkan bahwa Ketua terpilih sebagai hasil kontestasi, sebenranya tidak ada kalah dan menang. Sehingga bagi yang berbeda pilihan, dan pandangan harus tetap dirangkul, sehingga dengan 14 kepungurusan lokal yang bersatu, mampu mewujudkan RAPI yang semakin solid dan kuat.
Yaya juga menegaskan, agar kepengurusan Agus Abow tidak abaikan hasil kinerja kepengurusan lalu, lantaran mampu mengembngkan menjadi 14 kepengurusan local dari sebelumnya hanya 6 lokal. Paling akhir, dirinya mengingatkan jangan pernah lupakan sejarah, dalam hal ini RAPI Babupaten Bandung. Proses berdirinya, sejak awal pengembangan hingga kini, banyak melibatkan para pejuang dan pendahulu yang hingga kini masih sangat cinta dengan RAPI.
[ez-toc]Sehingga, keberadaan para sesepuh itu tetap bisa dilibatkan, setidaknya minta saran dan masukan, karena mereka adalah para pendulu dan pendiri. [gpwk_JZ10IIB]

