Site icon Pewarta ID

Koran Bekas Disulap Jadi Kerajinan Bernilai, UMKM Ciamis Tembus Pasar Nasional

Image of Img 20260618 wa0197

CIAMIS, pewarta.id  – Kreativitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengolah limbah terus berkembang. Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, koran bekas yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi berhasil disulap menjadi berbagai produk kerajinan bernilai jual tinggi dan telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

 

Adalah Asep Sopandi, perajin asal Bojonghuni, Kabupaten Ciamis, yang berhasil mengembangkan usaha kerajinan berbahan dasar koran bekas melalui brand Revcycle Art. Berkat ketekunan dan inovasinya, tumpukan koran bekas kini berubah menjadi beragam produk kreatif seperti kotak tisu, tempat air mineral, jam dinding artistik, miniatur Rumah Gadang, hingga hiasan burung merak yang memiliki nilai seni tinggi.

 

Berbagai hasil karya tersebut dipamerkan di Gerai UMKM Ciamis yang berlokasi di Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis. Gerai tersebut menjadi pusat promosi produk lokal sekaligus wadah pendampingan usaha, pemasaran, dan pengembangan kapasitas bagi para pelaku UMKM di daerah.

 

Selain kerajinan berbahan koran bekas, gerai tersebut juga menampilkan beragam produk unggulan lainnya, mulai dari makanan dan minuman olahan, kerajinan batok kelapa, lukisan, hingga karya kriya berbahan kayu. Keberadaan gerai ini menjadi etalase bagi potensi ekonomi kreatif masyarakat Ciamis.

 

Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Kabupaten Ciamis, Wahyu Ghifary Setiawan, mengatakan Pemerintah Kabupaten Ciamis menyediakan fasilitas tersebut untuk membantu para pelaku usaha memperluas promosi dan pemasaran produk mereka.

 

“Gerai UMKM Ciamis diharapkan menjadi etalase produk unggulan daerah sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jaringan pemasaran UMKM lokal,” ujarnya.

 

Saat ini, puluhan produk hasil karya pelaku UMKM telah dipasarkan melalui gerai tersebut. Berkat kualitas dan keunikannya, sejumlah produk bahkan telah menarik minat konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Sementara itu, Asep Sopandi menjelaskan bahwa proses pembuatan kerajinan dari koran bekas memerlukan ketelitian dan kesabaran. Koran terlebih dahulu dilinting menjadi gulungan-gulungan kecil, kemudian dirangkai dan dibentuk menjadi berbagai produk bernilai seni.

 

Salah satu karya yang paling rumit adalah hiasan burung merak yang membutuhkan waktu pengerjaan hingga satu minggu. Menurut Asep, ide memanfaatkan koran bekas muncul setelah melihat banyaknya bahan baku yang tersedia di bank sampah.

 

“Kalau dijual kiloan nilainya kecil, tetapi setelah diolah menjadi kerajinan nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat,” katanya.

 

Tak hanya koran bekas, Asep juga memanfaatkan galon plastik sekali pakai menjadi pot tanaman berbentuk karakter hewan. Inovasi tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

Dalam menjalankan usahanya, Asep melibatkan ibu-ibu rumah tangga untuk membantu proses pelintingan koran. Keterlibatan masyarakat tersebut memberikan tambahan penghasilan sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

 

Melalui dukungan pemerintah daerah serta inovasi para pelaku UMKM, produk-produk berbahan limbah dari Ciamis diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas. Selain memiliki nilai ekonomi, produk tersebut juga menjadi contoh nyata bagaimana sampah dapat diolah menjadi karya kreatif yang bernilai tinggi dan berdaya saing nasional.(boy)

Exit mobile version