Antrean Pertalite Mengular di Bali, Warga Mengaku Menunggu hingga Lima Jam

DST

Image of Img 20261015 wa0099

DENPASAR, pewarta.id — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali memicu antrean panjang kendaraan. Warga dilaporkan harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar, sementara dugaan terhambatnya distribusi BBM mulai menjadi perhatian.

 

Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular hingga ratusan meter di sejumlah lokasi. Kondisi ini menimbulkan kesulitan bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

Image of Img 20261015 wa0101

Salah satu titik antrean berada di SPBU Jalan Cargo Permai, Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. Di lokasi tersebut, warga harus menghadapi waktu tunggu yang panjang demi mendapatkan Pertalite.

 

Warga Mengaku Antre Lima Jam

Seorang warga bernama Intan, 42 tahun, mengaku harus mengantre selama lima jam untuk mendapatkan Pertalite di SPBU Jalan Cargo Permai,  Kamis (15/10/2026).

 

Ia menyebut, antrean berlangsung mulai pukul 18.30 hingga 23.30 WITA.

 

Lamanya waktu tunggu tersebut menggambarkan dampak yang dirasakan masyarakat di tengah kondisi pasokan BBM yang belum dipastikan kembali normal.

 

Bagi warga yang menggunakan kendaraan untuk bekerja, berdagang, maupun memenuhi kebutuhan keluarga, antrean panjang bukan sekadar persoalan waktu. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas dan menambah beban keseharian masyarakat.

 

Meski demikian, cakupan wilayah yang mengalami gangguan serta jumlah SPBU yang terdampak masih perlu dipastikan melalui data resmi.

 

Kendala Kapal Tanker Diduga Memengaruhi Pasokan

 

Di tengah antrean yang terjadi, muncul dugaan mengenai penyebab terhambatnya pasokan Pertalite ke sejumlah SPBU di Bali.

 

Seorang operator SPBU yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kendala pada kapal tanker pengangkut BBM menuju Bali.

 

Menurut keterangan operator tersebut, kendala kapal tanker dapat berdampak pada kelancaran distribusi sehingga pasokan yang diterima SPBU ikut terhambat.

 

Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan dari narasumber di lapangan dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kelangkaan.

 

Untuk memastikan persoalan tersebut, diperlukan konfirmasi dari PT Pertamina Patra Niaga selaku pihak yang menangani distribusi BBM, termasuk penjelasan mengenai kondisi pengiriman, ketersediaan stok, dan langkah penanganan yang dilakukan.

 

Persoalan pasokan BBM juga disebut pernah disinggung Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. Meski demikian, isi pernyataan tersebut perlu dicocokkan dengan sumber asli agar konteks dan keterangannya tidak keliru.

 

Pertamina dan Pemerintah Perlu Memberikan Kejelasan

 

Di tengah kondisi yang dirasakan masyarakat, kejelasan informasi mengenai penyebab gangguan pasokan menjadi hal penting. Masyarakat membutuhkan kepastian apakah antrean terjadi akibat keterlambatan pengiriman, keterbatasan stok di SPBU tertentu, atau faktor distribusi lainnya.

 

Penjelasan resmi juga diperlukan untuk mengetahui apakah pasokan Pertalite telah kembali berjalan normal, wilayah mana saja yang terdampak, serta kapan distribusi diperkirakan pulih.

 

Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi. Sementara itu, Pertamina perlu memberikan informasi yang terukur mengenai ketersediaan stok dan langkah penanganan di lapangan.

 

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kelangkaan Pertalite yang dilaporkan di sejumlah SPBU Bali, kondisi stok terkini, dan perkembangan penanganannya masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak terkait.

 

Redaksi membuka ruang bagi Pertamina, Pemerintah Provinsi Bali, maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi dan informasi tambahan demi melengkapi pemberitaan ini. (Penulis: Ovi Taufiq)

 

 

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

DST

Tinggalkan komentar