Site icon Pewarta ID

Pemburu Kelelawar Hilang di Gua Lalay Pangandaran, Medan Licin dan Cuaca Jadi Hambatan Pencarian

Image of Sar

PANGANDARAN, pewarta.id – Seorang warga Desa Karangkamiri, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, dilaporkan hilang saat berburu kelelawar di kawasan Gua Lalay, Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, pada Kamis (6/11/2025). Korban diketahui bernama Memed Hermawan alias Raup (44).

Peristiwa itu bermula ketika Memed bersama dua rekannya, Iwan dan Tarsan, masuk ke dalam gua untuk menjaring kelelawar. Namun, hingga malam tiba, korban tak kunjung kembali ke permukaan. Kedua rekannya kemudian melapor ke pihak kepolisian setelah upaya pencarian mandiri tak membuahkan hasil.

Kapolsek Parigi AKP Ade Suherman membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut. Laporan pertama diterima dari Kepala Desa Selasari yang mendapat informasi langsung dari kedua saksi.

“Korban tidak kembali lagi setelah masuk ke Gua Lalay untuk menjaring kelelawar. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga terpeleset dan jatuh ke dalam aliran sungai di dalam gua,” ujar AKP Ade, Kamis (6/11/2025).

Petugas gabungan dari Polres Pangandaran, Polsek Parigi, Basarnas, Babinsa, perangkat desa, serta warga sekitar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Di sekitar mulut gua, petugas menemukan tas, sepasang sandal, pakaian, dan sepeda motor Yamaha Mio milik korban yang tertinggal.

Tim melakukan penyisiran di area gua dan aliran sungai bawah tanah. Namun, pencarian menghadapi kendala serius karena medan yang licin, minim pencahayaan, dan kondisi gua yang berair.

“Malam ini pencarian kami hentikan sementara karena situasi di dalam gua sangat berisiko. Besok pagi pencarian akan dilanjutkan kembali,” tambah AKP Ade.

Sementara itu, Koordinator Basarnas Pangandaran, Edwin Purnama, menjelaskan bahwa tim baru bisa menjangkau sebagian area gua karena faktor cuaca dan kondisi medan yang berbahaya.

“Bebatuan di dalam gua licin, udara di dalamnya tipis, dan jarak pandang terbatas. Selain itu, hujan gerimis membuat debit air sungai bisa meningkat sewaktu-waktu sehingga membahayakan tim,” ungkap Edwin.

Pencarian hari pertama dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, namun korban belum ditemukan. Tim gabungan berencana melanjutkan pencarian dengan peralatan tambahan pada Jumat pagi.

“Kami berharap korban bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Edwin.

Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan dari Polres Pangandaran, Basarnas, dan relawan setempat masih bersiaga di sekitar lokasi Gua Lalay untuk melanjutkan operasi pencarian.

Facebook Comments Box
Exit mobile version