TASIKMALAYA, pewarta.id – Nasib tragis menimpa Ega (22), warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Pemuda tersebut dinyatakan hilang setelah terseret arus saat berenang di Pantai Pamayangsari, Desa Cikawungading, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu siang, 10 Januari 2026. Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, jasad korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu, 11 Januari 2026.
Peristiwa bermula ketika korban bersama beberapa rekannya berenang di kawasan Pantai Pamayangsari. Namun, gelombang laut yang cukup kuat diduga menyeret tubuh korban ke tengah laut. Rekan-rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun korban hilang dari permukaan air.
Laporan kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan. Berbagai unsur dikerahkan dalam operasi pencarian, mulai dari Basarnas, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satpol Airud, TNI, Polri, hingga relawan kebencanaan setempat.
Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menjelaskan bahwa setelah korban dinyatakan tenggelam, tim langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
“Begitu laporan masuk, tim SAR gabungan segera bergerak melakukan pencarian di perairan Pantai Pamayangsari. Namun hingga Sabtu sore, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Jembar.
Operasi pencarian kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi, dengan memperluas area penyisiran mengikuti arah arus laut. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Jasad korban ditemukan di kawasan Pantai Cemara Pangkalan, sekitar 15 kilometer dari lokasi awal kejadian.
“Pada hari Minggu, korban berhasil ditemukan di Pantai Cemara Pangkalan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke pihak keluarga,” tambah Jembar.
Penemuan jasad korban sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang berlangsung selama dua hari. Suasana duka menyelimuti keluarga korban dan warga sekitar yang turut menunggu kabar selama proses pencarian berlangsung.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Tasikmalaya, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Karakteristik ombak Pantai Selatan yang tinggi dan arus balik yang kuat kerap menjadi ancaman serius bagi pengunjung.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya memperhatikan rambu peringatan, arahan petugas, serta tidak berenang di zona berbahaya demi mencegah kejadian serupa terulang.

