GARUT, pewarta.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut, Jawa Barat, berkomitmen mendorong pengembangan wisata olahraga (sport tourism) sebagai strategi meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Garut.
Komitmen tersebut mengemuka usai Musyawarah Cabang (Muscab) dan Pelantikan Pengurus PHRI Kabupaten Garut Periode 2026–2031 yang digelar di Hotel Sabda Alam, Cipanas, Garut, Senin malam (26/01/2026).
Ketua PHRI Kabupaten Garut terpilih, Haji Ato Hermanto, mengatakan Garut memiliki modal kuat untuk mengembangkan wisata olahraga karena telah didukung sejumlah sarana olahraga berstandar internasional di berbagai cabang olahraga.
Selain itu, Garut juga memiliki Lapang Golf Plamboyant Ngamplang di Kecamatan Cilawu yang dinilai sangat potensial untuk menjadi ikon sport tourism unggulan daerah.
“Garut tidak hanya memiliki fasilitas olahraga yang memadai, tetapi juga lapang golf Plamboyant Ngamplang yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan menjadi ikon daerah,” ujar Ato Hermanto.
Menurutnya, Lapang Golf Plamboyant Ngamplang merupakan kawasan legendaris yang dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional. Keunggulan lokasi ini terletak pada udara sejuk kawasan perbukitan serta nilai historisnya yang kuat.
“Di masa lalu, lapang golf ini pernah disinggahi tokoh-tokoh dunia seperti Ratu Inggris, Raja Belanda, Raja Jerman, hingga aktor komedi dunia Charlie Chaplin. Jika dikembangkan secara serius, potensi ekonominya luar biasa,” katanya.
Lebih lanjut, Ato menegaskan bahwa selama lima tahun masa kepemimpinannya, PHRI Garut akan memperkuat kolaborasi dan sinergi lintas sektor, terutama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya.
Ia juga mengajak para pelaku usaha hotel dan restoran di Garut yang belum bergabung dengan PHRI agar bersatu dalam satu wadah organisasi.
“Kekompakan pengusaha hotel dan restoran sangat penting. Dengan bersatu di PHRI, kita bisa melangkah bersama dan mendorong kemajuan pariwisata Garut secara lebih terarah,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengakui bahwa sektor pariwisata Garut saat ini menunjukkan tren yang cukup positif dari sisi jumlah kunjungan wisatawan.
Namun demikian, Bupati menilai masih terdapat sejumlah keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pariwisata, yang berdampak pada lamanya masa tinggal wisatawan.
“Data yang kami miliki menunjukkan pariwisata Garut sedang bagus. Tetapi rata-rata wisatawan masih memilih paket satu malam karena infrastruktur pendukungnya belum optimal,” ungkap Bupati.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Garut, lanjut Abdusy, akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur kawasan wisata, mulai dari perbaikan akses jalan, penambahan lampu penerangan, hingga penguatan sektor seni dan budaya sebagai daya tarik tambahan.
“Kami akan fokus membenahi infrastruktur dan mendorong seni budaya agar wisatawan betah dan masa tinggalnya lebih lama di Garut,” tandasnya.(slamet timur)

