Tasikmalaya, pewarta.id – Di saat pemerintah pusat gencar menggelontorkan anggaran untuk program makan bergizi gratis, potret memprihatinkan justru terlihat di SDN Jayamukti, Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Dari lima ruang kelas yang ada, empat di antaranya rusak parah dan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kerusakan terlihat jelas: lantai keramik terkelupas, kusen jendela lapuk, atap tanpa plafon, hingga meja dan kursi siswa yang banyak tak layak pakai. Lebih mengkhawatirkan, satu ruang kelas bahkan harus ditopang kayu agar atap tidak roboh. Papan tulis berlubang menambah kesulitan siswa mengikuti pelajaran.
“Iya, nggak enak buat konsentrasi. Harapannya ingin segera diperbaiki, karena sudah lama kotor dan banyak debu,” ujar Iqbal, salah satu siswa.
Kondisi ini membuat siswa tidak nyaman belajar. Debu dari lantai rusak menjadi keluhan utama. Fasilitas lain pun tak kalah memprihatinkan: toilet sekolah rusak berat dan tak bisa digunakan, sehingga guru dan murid terpaksa menumpang ke toilet warga sekitar.
Kepala SDN Jayamukti, Iwan Setiawan, menyebut rehabilitasi terakhir hanya menyentuh sebagian kecil bangunan.
“Harapannya ada prioritas pembangunan. Kami masih kekurangan ruang kelas. Bantuan sebelumnya hanya untuk satu rombongan belajar, sementara yang lain masih rusak parah,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Sindangasih mengaku sudah mengusulkan perbaikan melalui musrenbang sejak 2024. Namun, realisasi terkendala kewenangan anggaran.
“Dana desa tidak bisa dialokasikan karena kewenangan ada di dinas. Mudah-mudahan ke depan ada perhatian lebih dari pihak terkait,” kata Kepala Desa, Tedi Ruslan.
Para siswa berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki sekolah mereka agar proses belajar mengajar berlangsung aman dan nyaman, tanpa khawatir atap bocor saat hujan.***











