Ciamis, pewarta.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog Ciamis di Jalan Pamalayan Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa stok beras pemerintah melimpah dan mampu menjaga stabilitas pangan nasional.
Menurut Sudaryono, sidak yang dilakukan di Ciamis bukanlah yang pertama. Ia telah melakukan pengecekan langsung ke puluhan gudang Bulog di berbagai daerah di Indonesia guna memastikan kondisi riil di lapangan.
“Hasil sidaknya sama seperti di tempat lain. Ini bukan sidak pertama, saya sudah mengecek sekitar 15 gudang. Dan alhamdulillah, kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan beras tidak terbukti. Beras itu ada dan gudang-gudang penuh,” ujarnya.
Ia menepis isu yang menyebutkan stok beras menipis atau bahkan tidak tersedia. Justru sebaliknya, kondisi gudang Bulog saat ini menunjukkan kapasitas penyimpanan yang penuh sebagai dampak dari tingginya serapan gabah dari petani.
“Tidak ada gudang yang kosong, semuanya penuh. Ini bukti bahwa serapan gabah besar dan cadangan beras pemerintah yang mencapai lebih dari 5 juta ton itu benar adanya,” tegasnya.
Cadangan Beras Hanya Sebagian dari Produksi Nasional
Sudaryono menjelaskan, cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog bukanlah keseluruhan hasil panen nasional. Ia menyebutkan bahwa jumlah tersebut hanya sekitar 10 hingga 15 persen dari total produksi beras Indonesia.
“Total panen kita sekitar 3,5 juta ton. Yang disimpan di Bulog itu hanya sebagian kecil, maksimal 15 persen. Sisanya, sekitar 85 persen beredar di masyarakat, di rumah tangga, pasar, hotel, hingga warung makan,” jelasnya.
Menurutnya, Bulog berperan sebagai penyangga ketika hasil panen tidak terserap oleh pasar. Dengan begitu, harga gabah di tingkat petani tetap stabil dan tidak jatuh.
“Kalau pedagang tidak membeli, Bulog yang menyerap. Ini penting untuk menjaga harga dan kesejahteraan petani,” tambahnya.
Kualitas Beras Terjaga, Sistem Penyimpanan Disiplin
Selain kuantitas, Wamentan juga memastikan kualitas beras yang tersimpan di gudang Bulog tetap terjaga. Ia menyebut adanya sistem pengelolaan modern, termasuk metode first in first out (FIFO), serta perawatan rutin seperti fumigasi.
“Beras yang disimpan bahkan ada yang sudah setahun tapi kualitasnya tetap bagus. Ini karena pengelolaan yang disiplin dan terstandar,” ungkapnya.
Ia juga membuka akses kepada masyarakat luas untuk ikut memantau kondisi gudang Bulog secara langsung.
“Ini aset rakyat. Siapa pun boleh melihat—wartawan, mahasiswa, masyarakat. Silakan cek langsung, tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.
Stok Aman di Tengah Situasi Global
Sudaryono menegaskan, di tengah situasi global yang penuh tantangan, termasuk konflik geopolitik dan ancaman krisis pangan, Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif aman.
“Kebutuhan pangan kita terpenuhi, pupuk tersedia, dan harga masih terkendali. Ini harus menjadi penenang bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor, khususnya untuk komoditas seperti jagung dan bahan baku industri.
“Kalau impor, artinya sebenarnya bisa kita produksi sendiri. Tanah kita subur, petani kita kuat. Tinggal penguatan irigasi dan sarana produksi,” katanya optimistis.
Bulog Ciamis: Stok Melimpah, Sewa Gudang Tambahan
Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Ciamis mengungkapkan bahwa kondisi stok beras di wilayahnya sangat aman, bahkan melebihi kapasitas gudang yang tersedia.
“Stok di Ciamis sangat aman. Bahkan kami sampai menyewa gudang tambahan karena penyerapan gabah sangat tinggi,” ujarnya.
Saat ini, Bulog Ciamis yang mencakup wilayah Priangan Timur mengelola stok sekitar 32.000 hingga 33.000 ton, dan jumlah tersebut masih terus bertambah seiring penyerapan harian.
“Setiap hari minimal ada serapan sekitar 1.000 ton gabah kering. Ini menunjukkan produksi petani tinggi dan penyerapan berjalan optimal,” jelasnya.
Distribusi dan Bantuan Pangan Terus Berjalan
Bulog Ciamis juga memastikan distribusi beras berjalan lancar melalui berbagai program pemerintah seperti bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Untuk realisasi bantuan pangan, beberapa daerah seperti Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran telah mencapai 100 persen. Sementara Kabupaten Ciamis masih dalam proses dengan capaian sekitar 20–30 persen.
“Insya Allah bulan depan bisa selesai seluruhnya,” tambahnya.
Butuh Penambahan Gudang
Tingginya volume penyerapan membuat Bulog Ciamis mengusulkan penambahan kapasitas gudang. Saat ini, kapasitas gudang induk hanya sekitar 22.000 ton, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 50.000 ton.
“Kami harap ada tambahan gudang dari pusat. Idealnya bisa dua kali lipat dari sekarang agar mampu menampung serapan yang terus meningkat,” ujarnya.
Dari hasil sidak tersebut, pemerintah memastikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman, kualitas terjaga, dan distribusi berjalan lancar. Upaya serapan gabah oleh Bulog dinilai efektif dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan kondisi gudang yang penuh dan sistem pengelolaan yang semakin modern, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.***

