Site icon Pewarta ID

Transaksi QRIS di Priangan Timur Meledak 579%, BI Tasikmalaya Terus Dorong Digitalisasi Hingga ke Desa

Image of Uang digital

TASIKMALAYA , pewarta.id – Digitalisasi keuangan di wilayah Priangan Timur menunjukkan tren positif yang sangat signifikan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Tasikmalaya mencatat lonjakan volume transaksi QRIS hingga ratusan persen sepanjang tahun 2025, menandakan kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi pembayaran digital.

Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini merupakan sinyal kuat bagi kebangkitan ekonomi daerah.

“Transaksi digital di Priangan Timur tumbuh dengan cukup baik dan positif. Di tahun 2025, volume transaksi QRIS saja naik hingga 579%,” ujar Laura saat memberikan keterangan terkini terkait perkembangan digitalisasi keuangan di wilayah kerjanya.

Digitalisasi Merambah Hingga Pelosok Desa

Menurut Laura, capaian ini membuktikan bahwa masyarakat di Priangan Timur, khususnya Kota Tasikmalaya, sudah sangat siap bertransformasi ke ekosistem digital. Menariknya, penggunaan QRIS tidak lagi hanya didominasi oleh pelaku usaha di perkotaan, tetapi sudah mulai menjangkau area pedesaan.

“Alhamdulillah, QRIS sudah diterima dengan baik oleh masyarakat. Tidak hanya di kota, kalau kita ke desa-desa pun sudah banyak yang bisa menggunakan transaksi QRIS,” tambahnya.

Pihak BI Tasikmalaya berkomitmen untuk terus menggaungkan literasi digital ini, baik melalui penambahan jumlah pengguna baru (user) maupun perluasan merchant yang menyediakan layanan pembayaran nontunai.

Kolaborasi Lewat Event Olahraga dan UMKM

Salah satu strategi BI Tasikmalaya dalam memperluas ekosistem digital adalah melalui kolaborasi strategis, seperti pada ajang lari di Universitas Siliwangi (Unsil). Laura menjelaskan bahwa pemilihan target promosi di lingkungan akademisi dan komunitas olahraga merupakan langkah konkret untuk menggerakkan ekonomi.

“Kita melihat peluang untuk menggerakkan ekonomi melalui sinergi antara kegiatan olahraga, pariwisata, dan UMKM. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang merasakan langsung pengalaman bertransaksi menggunakan QRIS dengan mudah dan aman,” jelasnya.

Edukasi Perlindungan Konsumen

Meski pertumbuhan transaksi digital sangat masif, Laura mengingatkan pentingnya aspek keamanan. Bersamaan dengan sosialisasi penggunaan QRIS, BI Tasikmalaya juga gencar mengampanyekan perlindungan konsumen.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap risiko-risiko dalam bertransaksi digital. Melalui berbagai event kolaboratif, BI ingin memastikan bahwa kemudahan teknologi tetap dibarengi dengan pemahaman masyarakat dalam menjaga keamanan data dan transaksi mereka.

“Momen ini juga kita gunakan untuk kampanye perlindungan konsumen, agar masyarakat paham risiko dan tetap aman saat bertransaksi digital,” pungkas Laura.***

Facebook Comments Box
Exit mobile version