Garut, pewarta.id – Hadapi kemarau panjang tahun 2026 ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Kabupaten Garut menyatakan siap mengirimkan bantuan air bersih ke daerah daerah yang dilanda kekeringan dan kekurangan air di wilayahnya.
Menurut Sekretaris Perusahaan (Sekper) PDAM Tirta Intan, Hendra Gunarah, dalam menghadapi kekeringan, telah mendapat intruksi dari Bupati agar menyiapkan bantuan air bersih ke daerah rawan air bersih, dan pihaknya menyatakan telah siap untuk melaksanakan.
“Sebenarnya setiap tahun kami memang selalu memberikan bantuan air bersih bagi daerah yang membutuhkan. Bahkan tahun 2026 ini kami juga sudah diintruksikan oleh Pak Bupati agar menyiapkan program tersebut. Dan beberapa daerah telah kami kirim bantuan air tersebut,”ujar Hendra di kantornya, Jum’at, (19/06/26).
Hendra menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah mengirim bantuan ke dua kecamatan yang telah mengalami rawan air bersih, yakni Kecamatan Pameungpeuk dan Kecamatan Cibalong, Garut selatan. “Kemarin kemarin ini kami telah mengirim bantuan ke daerah selatan, diantaranya ke Pameungpeuk dan Cibalong. Dan kami mengirimkan berdasarkan permohonan dari daerah yang membutuhkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, kata Hendra, pihaknya belum bisa memastikan jumlah air yang akan diberikan kepada masyarakat rawan air bersih selama musim kemarau tahun ini, karena bantuan baru akan dikirim berdasarkan permintaan. Hanya saja berdasarkan pengalaman tahun sebelumya, ada sekitar lima kecamatan yang biasa menjadi sasaran bantuan, meliputi daerah Garut utara dan Garut selatan.
“Belum bisa kami prediksi. Kami kirim bantuan berdasarkan permintaan, baik melalu pemerintahan desa, kecamatan maupun kabupaten. Setelah ada permohonan kami koordinasi dengan pihak pemohon, sebelum kami kirim. Begitu prosedurnya untuk memastikan pengiriman air tepat sasaran,” tandas Hendra.
Sementara itu, informasi yang dihimpun Reporter PRSSNI dan Pewarta.id, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Garut telah memetakan, daerah rawan kekeringan yang tersebar di wilayah Garut utara, tengah, dan selatan. Titik-titik rawan utama yang paling awal dan sering mengalami krisis air bersih saat musim kemarau meliputi Kecamatan Cigedug, Malangbong, Selaawi, Wanaraja, Karangpawitan, dan Samarang.
Adapun rincian peta sebaran wilayah rawan krisis air bersih di Garut terdiri dari;
Titik Rawan Utama (Paling Sering Terdampak) meliputi, Kecamatan Cigedug, Kevamatan Malangbong (terutama di desa-desa seperti Sekarwangi), dan Kecamatan Selaawi. Sedangakn Wilayah Rawan Tambahan, berdasarkan dokumen kajian risiko bencana dan siklus krisis air tahun-tahun sebelumnya, wilayah berikut juga masuk dalam daftar zona rawan: yakni, Kecamatan Garut Kota & Sekitarnya, Karangpawitan, Wanaraja (Desa Sukamenak), Samarang, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul. Daerah Garut Utara, meliputi Kecamatan Cibatu, Sukawening, Sukaresmi, Cibiuk dan Garut Selatan meliputi Kevamatan Pameungpeuk, Cikelet, Caringin, dan Bungbulang. (Slamet Timur).

