TASIKMALAYA, pewarta.id – Kota Tasikmalaya menjadi salah satu pusat pelaksanaan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang digelar Bank Indonesia pada 11–17 Agustus 2026. Dengan mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak!”, kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari P, menyampaikan bahwa PQN tahun ini bukan sekadar kampanye penggunaan QRIS, tetapi juga momentum memperluas literasi digital di berbagai lapisan masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa digitalisasi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi benar-benar menjangkau seluruh masyarakat, termasuk UMKM, pesantren, hingga layanan publik. QRIS adalah pintu masuk menuju ekonomi digital yang lebih efisien dan inklusif,” ujarnya.
Tiga Inisiatif Utama PQN Tasikmalaya
Pelaksanaan PQN di Kota Tasikmalaya difokuskan pada tiga inisiatif strategis:
Tasik Melayani – percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Asia Plaza Mall SIAP QRIS Tap – perluasan penggunaan QRIS Tap di pusat aktivitas ekonomi dan perbelanjaan.
QRIS UMMAT – penguatan digitalisasi dan inklusi keuangan di lingkungan pesantren.
Menurut Laura, ketiga inisiatif ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat Tasikmalaya yang beragam, sekaligus memperkuat fondasi digitalisasi daerah. “Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kepercayaan, keamanan, dan keberlanjutan. Karena itu, kami juga memperkuat aspek pelindungan konsumen melalui kampanye PEKA (Peduli, Kenali, Adukan) agar masyarakat lebih aman dalam bertransaksi digital,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung PQN 2026 melalui pengembangan berbagai layanan digital. “Kami telah meluncurkan platform seperti Tasik Hub, IPBB Digital, SiMaret, dan E-Retribusi Parkir. Semua ini bertujuan meningkatkan kemudahan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan publik,” jelasnya.
Viman menambahkan bahwa edukasi digital juga diperluas ke sekolah, perguruan tinggi, pasar, UMKM, pusat perbelanjaan, hingga pesantren. “Digitalisasi harus menjadi budaya baru masyarakat Tasikmalaya. Dengan sinergi berbagai pemangku kepentingan, kami yakin ekosistem pembayaran digital akan semakin kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Ekosistem Digital yang Inklusif
Selain memperluas penggunaan QRIS, PQN 2026 di Tasikmalaya juga menekankan pentingnya literasi digital dan pelindungan konsumen. Kampanye PEKA diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi penipuan digital, sekaligus mendorong mereka aktif melaporkan jika terjadi masalah.
Laura menegaskan bahwa tujuan akhir PQN adalah membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, berkualitas, dan berkelanjutan. “Dengan QRIS, masyarakat tidak hanya dimudahkan dalam bertransaksi, tetapi juga didorong untuk menjadi bagian dari ekonomi digital yang lebih modern dan kompetitif,” ujarnya.
PQN 2026 di Kota Tasikmalaya diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan digitalisasi daerah. Pemerintah Kota bersama Bank Indonesia optimistis bahwa dengan sinergi kuat, Tasikmalaya mampu menjadi contoh kota yang berhasil mengintegrasikan digitalisasi ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Digitalisasi adalah masa depan. Dengan QRIS, kita rayakan bersama, kita menangkan bersama,” tutup Viman.***

