Lapas Ciamis dan Unigal Sepakat Perkuat Pendidikan hingga Penelitian

Image of Img 20260902 wa0126

CIAMIS, pewarta.id – Akses pendidikan bagi warga binaan menjadi salah satu fokus dalam kerja sama antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis dan Universitas Galuh (Unigal). Kedua institusi resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kamis (27/8/2026).

Image of Img 20260902 wa0139

Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang pengembangan pendidikan, penelitian, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan pemasyarakatan.

 

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas, baik bagi pegawai maupun warga binaan.

 

“Harapannya dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas dan kualitas SDM, baik pegawai maupun warga binaan Lapas Ciamis,” ujar Supriyanto.

 

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. Setelah PKS disepakati, diperlukan program konkret yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga binaan.

 

Baca Juga :  Merah Putih Membentang di Atas Citanduy: Warga Sukamenak Rayakan Kemerdekaan dengan Cara Kreatif dan Menggugah

Supriyanto menilai keterlibatan dunia akademik dapat memberikan tambahan perspektif dan pengetahuan bagi jajaran Lapas. Hubungan yang selama ini telah terjalin dengan Universitas Galuh pun diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pendidikan, penelitian maupun pengembangan kompetensi.

 

Salah satu peluang yang dibuka melalui kerja sama tersebut adalah kesempatan bagi pegawai dan warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Galuh.

 

Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan di lingkungan pemasyarakatan. Bagi warga binaan, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penambahan pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kapasitas diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

 

Dekan Fakultas Hukum Universitas Galuh, Dr. Dewi Mulyanti, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengatakan lingkungan pemasyarakatan memiliki berbagai persoalan dan aspek yang dapat menjadi ruang penelitian sekaligus pengembangan keilmuan bagi mahasiswa maupun dosen.

 

“Terima kasih atas sambutan yang sangat baik dari Lapas Ciamis. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan penelitian sekaligus memberikan kontribusi dalam pengembangan keilmuan,” katanya.

Baca Juga :  Indonesia Derby 2026 Siap Guncang Pangandaran, 154 Kuda Terbaik Perebutkan Hadiah Rp1 Miliar di Sirkuit Tepi Pantai

 

Menurut Dewi, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya dilakukan di lingkungan kampus. Kolaborasi dengan lembaga pemasyarakatan menjadi salah satu ruang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan penelitian sekaligus menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

 

Selain penelitian dan pengabdian, Unigal juga membuka peluang pengembangan pendidikan bagi pegawai maupun warga binaan Lapas Ciamis. Dukungan fasilitas dan kemudahan pendidikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan.

 

Kerja sama Lapas Ciamis dan Unigal tersebut selanjutnya akan diarahkan pada berbagai program sesuai kebutuhan dan potensi kedua institusi.

 

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak ruang belajar dan pengembangan kompetensi di lingkungan pemasyarakatan. Dengan akses pendidikan dan dukungan dunia akademik, proses pembinaan warga binaan diharapkan dapat semakin diperkuat sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *