Jembatan penghubung Dua Desa Tasikmalaya Ambruk, Akibatnya Aktivitas Warga Terganggu

TASIKMALAYA, pewarta.id – Jembatan penghubung Dua Desa di Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ambruk. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin sore ketika intensitas hujan cukup deras di wilayah tersebut.

Akibatnya, warga kampung pangaduan, pangkalan, terisolir lantaran aksesnya jembatan tersebut terputus.

Sementara dari pemeriksaan pihak BPBD diduga tebing dan pondasi di bawah jembatan, longsor tergerus arus sungai.

Kepala Desa Calincing Maman Rustaman menjelaskan, jembatan yang menghubungkan Desa Calincing ke desa Kudadepa telah terjadi bencana saat curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan amblasnya jembatan cibereum.

Baca Juga :  Strategi Efektif Cegah Perundungan di Sekolah: PGRI dan KPAI Tasikmalaya Gelar Workshop untuk Guru

“Kejadian tersebut pada hari Senin sore saat intensitas hujan cukup tinggi, sehingga membuat derasnya aliran air sungai tersebut.

Akibat amblesnya jembatan calincing tersebut aktivitas transportasi para petani maupun para pengendara roda dua menjadi terganggu.

Untuk itu dirinya berharap kepada semua pihak, terutama warga masyarakat agar tidak melintasi jalur tersebut terlebih dahulu,’tegas maman

Herman Suherman Kabid Pusdalops BPBD Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, amblasnya jembatan penghubung antara desa ini disebabkan aliran sungai terlalu deras sehingga membuat pondasi jembatan tergerus dan menyebabkan jembatan tersebut ambruk.

Baca Juga :  Forkopimda Garut Gelar Apel Siaga Tanggap Bencana 2025: Kapolres Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Respons Cepat di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

“Ketika curah hujannya tinggi menyebabkan air tersebut memutarkan di bawah jembatan sehingga mengerus pondasi jembatan yang pada akhirnya amblas.

Di kabupaten Tasikmalaya ada ada empat kecamatan diantaranya, Kecamatan Sukaratu, Cigalontang, Sukahening dan Kecamatan Cisayong.

Saat ini langkah BPBD Kabupaten Tasikmalaya melakukan koordinasi terhadap instansi terkait, termasuk dengan Muspika, Muspida,” tegas Herman (ast/abi).

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *