Site icon Pewarta ID

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Mekarsari Banjar, Tiga Rumah dan Dua Garasi Ludes

Image of Kebakaran di rt 4

Petugas pemadam kebakaran berupaya menjinakkan api yang menghanguskan tiga rumah dan dua garasi warga di RT 4, RW 3, Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar, Rabu (05/08/2026).

BANJAR, Pewarta.id – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di RT 4, RW 3, Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (05/08/2026). Kebakaran yang diduga dipicu oleh kebocoran selang kompor gas itu menghanguskan tiga unit rumah warga dan dua unit garasi kendaraan.

Peristiwa tersebut sempat membuat panik warga sekitar lantaran lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan rumah sakit dan permukiman yang tergolong padat penduduk. Kepanikan warga juga dipicu oleh cepatnya rambatan api ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Beruntung, seluruh penghuni rumah yang terdampak berhasil menyelamatkan diri, termasuk menyelamatkan kendaraan yang berada di dalam garasi.

Ketua RW setempat, Ujang, menuturkan kobaran api pertama kali terlihat dari salah satu rumah warga. Saat itu, penghuni rumah sempat berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan rumah serta garasi di sekitarnya sebelum warga sempat berbuat banyak.

“Diduga api dari kompor yang bocor pak, tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Ujang.

Menurut penuturannya, warga yang berada di lokasi kejadian sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, seperti ember berisi air dan karung basah. Namun upaya tersebut tidak banyak membantu lantaran kobaran api terus membesar dan sulit dijinakkan hingga akhirnya menjalar ke bangunan-bangunan di sekitarnya.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang dikerahkan ke lokasi kejadian sempat mengalami kesulitan untuk menjangkau titik api. Akses menuju lokasi kebakaran terhambat oleh sempitnya jalan lingkungan di kawasan padat penduduk tersebut, sehingga armada pemadam kebakaran tidak bisa langsung merapat ke titik kejadian. Petugas terpaksa menempuh jalan memutar dan menarik selang air dalam jarak yang cukup jauh untuk bisa menjangkau sumber api.

Kondisi permukiman yang padat dan berhimpitan turut memperbesar risiko api merambat lebih luas ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah warga bahkan sempat bersiaga mengeluarkan barang-barang berharga dari rumah masing-masing sebagai antisipasi jika api semakin meluas.

Setelah melalui proses pemadaman yang cukup panjang, petugas gabungan bersama warga akhirnya berhasil menjinakkan api sepenuhnya. Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi kembali menyulut kebakaran susulan.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil yang dialami para pemilik rumah ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Tiga unit rumah dan dua unit garasi yang terbakar mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari struktur bangunan hingga sejumlah barang dan perabotan rumah tangga yang ikut hangus terbakar.

Kasus kebakaran ini kini masih dalam penanganan pihak berwenang setempat untuk memastikan penyebab pasti dan mendata kerugian secara menyeluruh. Warga berharap peristiwa ini menjadi perhatian bersama, khususnya terkait pentingnya pengecekan berkala terhadap instalasi kompor gas di rumah masing-masing guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Selain itu, kejadian ini juga menyoroti pentingnya kesiapan akses jalan lingkungan di kawasan padat penduduk agar penanganan darurat seperti kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efektif ke depannya.

Exit mobile version