BANJAR, PEWARTA.ID – Kabar sangat menggembirakan sekaligus membanggakan kembali mewarnai dunia olahraga Tanah Air, khususnya pada cabang sepak bola wanita usia dini. Nafisa Akilah Himawan, seorang siswi yang saat ini duduk di bangku kelas VA Madrasah Ibtidaiyah (MI) Banjar 2, Jawa Barat, sukses mencatatkan namanya dengan tinta emas dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional. Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, bocah perempuan berbakat asal Lingkungan Jelat, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar ini membuktikan bahwa talenta anak daerah mampu bersaing dan bersinar terang di level Asia.
Penampilan gemilang Nafisa ditunjukkan saat ia tergabung dan memperkuat skuad Akademi Persib Putri U12 dalam turnamen elit JSSL Singapore Professional Academy 7s yang diselenggarakan di negara tetangga, Singapura. Turnamen ini bukanlah kompetisi sembarangan, melainkan salah satu ajang pencarian bakat dan kompetisi usia dini paling bergengsi di kawasan Asia yang kerap diikuti oleh berbagai akademi sepak bola dari berbagai penjuru negara. Dalam ajang berskala internasional tersebut, tim yang dijuluki “Maung Geulis” ini sukses menampilkan dominasi dan mentalitas juara yang luar biasa sejak babak penyisihan hingga mencapai puncaknya di partai final.
Pada laga pamungkas tersebut, skuad Akademi Persib Putri U12 harus berhadapan dengan tim tuan rumah yang tangguh, yakni Lion City Sailors Blue. Meski bermain di bawah tekanan pendukung lawan, Nafisa dan kawan-kawan tidak gentar sedikit pun. Mereka justru berhasil menguasai jalannya pertandingan dan sukses membungkam perlawanan tim tuan rumah dengan skor meyakinkan, yaitu 2-0. Kemenangan fantastis ini sekaligus memastikan skuad “Maung Geulis” membawa pulang trofi bergengsi Juara Pertama Piala Silver. Keberhasilan ini tentu menjadi tonggak sejarah yang membanggakan bagi persepakbolaan putri Indonesia, khususnya dalam ranah pembinaan usia dini.
Dalam keseluruhan rangkaian turnamen tersebut, Nafisa bukanlah sekadar pemain pelengkap. Ia diakui menjadi salah satu pilar penting dan motor penggerak utama dalam pergerakan skuad Akademi Persib Putri U12. Di atas lapangan hijau, gadis kecil ini selalu tampil dengan determinasi tinggi, pantang menyerah, dan penuh semangat juang layaknya seorang atlet profesional. Kemampuan olah bola yang mumpuni, visi bermain yang cerdas, serta ketahanan fisiknya yang luar biasa tentu bukanlah sesuatu yang didapatkan secara instan. Semua itu adalah buah manis dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi yang telah ia tanamkan. Diketahui bahwa Nafisa telah menekuni dunia si kulit bundar dan rutin berlatih secara intensif sejak ia baru berusia 6 tahun bersama klub lokal, Mojang Priangan FC.
Prestasi luar biasa yang ditorehkan oleh Nafisa ini sontak mengundang decak kagum dan apresiasi dari berbagai pihak, tak terkecuali dari lingkungan sekolah tempat ia menimba ilmu. Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Banjar 2, Ema Julaeha, tak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas pencapaian fantastis salah satu anak didiknya tersebut. Dalam keterangannya, Ema mengungkapkan betapa pihak sekolah sangat mengapresiasi kerja keras Nafisa.

“Terus terang, kami dari pihak sekolah sangat takjub dan hampir tidak menyangka Nafisa bisa melangkah sejauh ini dan meraih prestasi di level internasional. Namun, jika melihat kesehariannya, sejak kecil dia memang dikenal sebagai sosok yang sangat tekun dan disiplin dalam berlatih. Ia bahkan rela bangun sangat pagi setiap hari hanya untuk menjalani rutinitas latihannya. Prestasi gemilang ini tentu bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya saja, tetapi juga menjadi kebanggaan tak ternilai bagi Kota Banjar secara keseluruhan,” ujar Ema.
Di sisi lain, keluarga besar Nafisa pun senantiasa memanjatkan puji syukur yang tak terhingga atas keberhasilan ini. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bentuk dukungan yang mengalir, secara khusus kepada jajaran pelatih dan manajemen tim yang telah memberikan kesempatan emas kepada Nafisa untuk memamerkan bakatnya di panggung internasional.
“Sepak bola adalah dunia bagi Nafisa, itu adalah hobi sekaligus passion terbesarnya. Kami sangat ingin melihat dia terus bertumbuh dan berkembang. Sudah menjadi komitmen kami sebagai orang tua untuk akan selalu hadir dan mendukung penuh apa yang ia cintai,” ungkap perwakilan pihak keluarga.
Meskipun saat ini tengah berada di puncak kebanggaan, terselip sebuah harapan besar dari pihak keluarga untuk masa depan olahraga di daerah mereka. Keluarga berharap pencapaian Nafisa ini dapat menjadi pemantik bagi pemerintah daerah agar lebih memberikan porsi perhatian yang lebih serius terhadap sistem pembinaan atlet usia dini. Menurut mereka, talenta luar biasa seperti Nafisa adalah aset penting dan investasi krusial bagi masa depan olahraga Kota Banjar.
“Kami sangat memohon dan berharap adanya sebuah wadah resmi, serta dukungan nyata dari pemerintah daerah. Hal ini sangat penting agar anak-anak daerah yang memiliki bakat istimewa ini tidak sampai terhenti di tengah jalan hanya karena terkendala oleh keterbatasan,” pungkasnya penuh harap. Kisah inspiratif Nafisa menjadi bukti bahwa dengan tekad kuat, mutiara dari daerah pun bisa bersinar terang di kancah dunia.











