GARUT, pewarta.id – Di tengah kekhawatiran akibat situasi konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, calon jemaah haji asal Kabupaten Garut dipastikan tetap berangkat sesuai jadwal pada musim haji tahun 2026.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut mengimbau masyarakat, khususnya para calon jemaah, agar tidak panik atau resah terkait isu keamanan. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh tahapan keberangkatan telah dipersiapkan secara matang dan tetap berjalan sesuai rencana.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, menyampaikan bahwa seluruh calon jemaah haji asal Garut telah siap diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Untuk jemaah khusus Garut dan Jawa Barat seluruhnya sudah siap diberangkatkan. Baik dari sisi dokumen maupun pelunasan biaya, semuanya sudah lengkap. Tidak ada kendala dan tidak ada yang mengundurkan diri,” ujar Indra, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, pada musim haji tahun ini, jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Garut tercatat sebanyak 171 orang. Mereka dijadwalkan berangkat pada 7 Mei 2026 dan akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 22 bersama jemaah dari Kota Cimahi dan Kota Bandung.
Sebelumnya, sempat muncul kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait kemungkinan perubahan jadwal keberangkatan akibat konflik di Timur Tengah. Namun, Indra menegaskan bahwa pemerintah Indonesia bersama pemerintah Arab Saudi telah mengambil langkah antisipatif guna memastikan keamanan dan keselamatan seluruh jemaah.
“Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sudah mengatur semuanya dengan baik, termasuk aspek keamanan jemaah. Jadi, tidak ada perubahan jadwal maupun skema pembiayaan. Semua tetap berjalan sesuai rencana,” jelasnya.
Pihaknya juga mengingatkan para calon jemaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan serta mempersiapkan diri secara optimal menjelang keberangkatan, baik secara fisik maupun mental, agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar.
Dengan kepastian tersebut, diharapkan para calon jemaah haji, khususnya dari Kabupaten Garut, dapat lebih tenang dan fokus mempersiapkan diri untuk menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. (Slamet Timur)











